Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | July 1, 2008

Novel De Winst

Saat itu, sehabis pulang dari kerja praktek, saya menyempatkan diri mampir di toko buku BBC di jalan pahlawan. Nggak ada target mau beli buku tertentu, hanya ingin menghabiskan uang saja. Setelah sampai disana, saya melihat-lihat dan tertarik untuk membeli beberapa buku. Jika diitung-itung, mungkin ada lebih dari sepuluh buku yang ingin saya beli, namun mempertimbangkan uang yang ada cuma beberapa lembar saja, saya akhirnya memprioritaskan untuk membeli dua buah buku, yang pertama adalah buku tentang Hidayat Nur Wahid sedangkan yang kedua adalah Novel De Winst.

Kedua buku tersebut saya beli karena alasan kekaguman. Buku pertama saya beli karena sudah sejak dulu saya mengagumi Pak Hidayat, sosok ketua MPR yang bersahaja. Sedangkan buku kedua saya beli karena kekaguman saya terhadap pengarangnya yaitu Mbak Afifah Afra, alasan kedua adalah saya teringat sayembara penulisan opini yang diselenggarakan oleh penerbit dari novel ini, sedangkan alasan ketiga saya tertarik dengan tulisan yang ada pada sampul depan novel ini “Sebuah Novel Pembangkit Idealisme”.

Kali ini saya akan membahas mengenai novel De Winst, tidak akan menuliskan resensinya, namun hanya memberi tau sekelumit mengenai mengenai novel ini agar pembaca penasaran dan ikut membelinya .. hehe.

sampul de winstNovel De Winst menggunakan latar belakang Indonesia zaman prakemerdekaan, novel ini menceritakan mengenai perjuangan kaum-kaum aristrokat yang perduli terhadap nasib kaum-kaum buruh. Walaupun bercerita mengenai nasional dan perjuangan, novel ini tidak meninggalkan sisi keremajaannya dengan mencantumkan roman-roman cinta antar tokohnya, roman cinta yang saya sebut sebagai “roman cinta kelas atas”, roman cinta kaum-kaum terpelajar.

Dari sisi knowledged yang diperoleh, novel ini memberi gambaran pada kita mengenai sistem ekonomi kapitalis dan sosialis secara brief (mungkin karena novel, jadi gambaran tentang dua sistem itu tidak dijabarkan dengan luas). Selain itu, dengan membaca novel ini kita bisa mendapatkan gambaran mengenai kehidupan kraton di jawa serta adat-istiadat yang mereka anut.

Satu hal penting yang dapat kita ambil teladannya dari tokoh-tokoh pada novel ini adalah keberanian-keberanian mereka dalam menegakkan keadilan demi kesejahteraan rakyat Indonesia terutama kaum buruh, layak dijadikan referensi bagi kaum muda saat ini dalam menumbuhkan semangat nasionalisme.

Pokoknya gak bakalan nyesel deh baca nih buku …

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | June 25, 2008

Tentang Pak Taufikurahman

Jujur aja, postingan kali ini berhubungan dengan akan diadakannya pilkada kota Bandung. Memang sih, saya tidak memiliki hak untuk memilih di kota ini, namun bukan berarti bahwa saya tidak peduli sama sekali dengan keadaan kota yang telah saya tinggali hampir 3 tahun belakangan ini. POstingan ini salah satu buktinya.

Stiker Pak TaufikSaya mengenal Pak Taufikurahman semenjak masuk di asrama PPSDMS, kebetulan beliau menjadi ketua regional asrama tersebut. Pertama kali menjejakkan kaki di asrama PPSDMS, saya langsung disambut oleh ceramah dari beliau yang saya pikir cukup renyah dan berisi dan saya ketahui setelahnya bahwa ternyata memang begitu pembawaannya beliau. Setiap ceramah selalu disampaikan dengan tenang namun tegas.  Suatu kombinasi antara “tidak membuat orang yg mendengarkan bosan” dan “memasukkan idealisme-idealisme ke pendengar”.

Pak Taufik adalah orang yang membuat saya cukup takjub dengan realita kesederhanaan apalagi jika melihat latar belakang beliau sebagai dosen ITB. Hampir setiap minggu beliau datang ke asrama PPSDMS untuk membagi-bagi ilmunya kepada kami para penghuni asrama ini. Yang saya saluti adalah setiap datang ke asrama, beliau selalu memakai kijang “bututnya” atau memakai sepeda motor, suatu hal yg saya pikir sangat langka di kalangan dosen-dosen apalagi dosen senior.

Selain itu, Pak Taufik yang saya kenal adalah orang yang memiliki aktivitas segudang. Banyak sekali amanah yang beliau emban. Mulai dari dosen, ketua Asasi, ketua LSM Greenlife Society. Namun banyaknya amanah tersebut tidak mengurangi kepedulian beliau terhadap asrama tercinta ini. Beliau selalu menyempatkan hadir jika ada acara asrama yang memerlukan ketua regional, bahkan tak jarang beliau memberikan bantuan berupa sumbangan dana untuk acara-acara yang kami propose.

Saya pikir Pak Taufik adalah sosok yang tepat untuk memimpin Bandung. Masalah utama kota ini terletak pada perubahan drastis image kota yang sebelumnya paris van java menjadi kota yang identik dengan sampah. Sebagai dosen biologi sekaligus LSM, saya pikir Pak Taufik mampu mengembalikan fitrah Bandung sebagai Paris Van Java. Kepakaran beliau dalam bidang lingkungan diharapkan mampu memperbaiki kebobrokan-kebobrokan pemerintah sebelumnya dalam mengelola lingkungan.

Finally, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kota Bandung tercinta ini. Amien

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | June 25, 2008

KP @ Inti Cab. Hasan Sadikin

Hah ??? Emang ada ???

Seminggu setelah awal mula kami KP di INTI, tepatnya senin kemaren (16/06/08), kami (saya dan bagja) diajak utk. terjun langsung ke lapangan. Bukan lapangan dimana ada tower-tower BTS yg ditempatkan di tengah-tengah padang ilalang yg utk. menempuhnya dperlukan waktu berjam-jam pake mobil jeep dimana pemandangan begitu indah kiri-kanan sawah sejauh mata memandang terhampar langit biru seperti yg anda bayangkan. Lapangan yg saya maksud adalah RSHS, yup … Rumah Sakit Hasan Sadikin. Kebetulan disana PT.INTI mendapat proyek dari Telkomsel utk. memasang indoor GSM di RSHS.

Indoor GSM ini diperlukan untuk memperkuat sinyal GSM di dalam gedung. Awalnya, pihak RSHS meminta Telkomsel utk. memperbaiki sinyal yg. sering putus di dalam gedung. Lalu Telkomsel meminta PT.INTI selaku kontraktor utk.memasang GSM indoor di RSHS. Biaya pemasangan seluruhnya ditanggung oleh Telkomsel. So, buat HME kalo mau complain sinyal jelek ke Telkomsel mungkin bisa aja dipasangin indoor GSM gratis.
Di RSHS, kami tambah kenalan baru lagi, namanya Bu Niken, karyawan Telkomsel. Beliau yg bertanggung jawab dalam hal pemasangan indoor GSM di RSHS. Selama 2 hari, senin dan rabu, kami berempat (saya, bagja, b.niken dan p.unang) memeriksa setiap indoor GSM yg terpasang di atap gedung-gedung RSHS. Kami memeriksa setiap level sinyal dari antenna indoor yg bisa ditangkap oleh handphone. Capek juga sih sebenernya, tapi ya inilah mungkin gambaran kerja nanti.

Di RSHS, kami mendapatkan akses khusus ke tempat2 yg tidak mungkin dijangkau oleh orang2 luar seperti tempat pengelolaan gizi makanan, tempat kuliah anak FK.Unpad (huhuhu…), ruang penelitian dokter, tempat2 aneh macam patologi, anestesi, ortopaedi, dlldlldll. Banyak orang yg. kami temui, mulai dari nenek tua yg lagi dibopong oleh anaknya (mungkin), ibu yg mengelus2 anaknya yg masih balita, calon2 dokter (co-ass) yg dimarah-marahi sama dokter senior, lalu ada suster2 yg … (gk ah, ntar jadi membangkitkan fantasi yg aneh2).

Makan siang m3njadi favourite time bagi saya, selain ditraktir (hehe…) jga terjalin keakraban antara perbincangan-perbincangan kami. Pak Unang dan Bu Niken dengan semangat menceritakan pengalaman-pengalaman mereka lalu memberi kami nasehat untuk paska kampus kami “ntar kl udah lulus, kerja disini, trus setelah beberapa tahun pindah kesini, dlldll.”

Hari ini ada satu peristiwa yg memberikan makna pada hidup saya. Saat itu kami berlima (plus satu petugas rumah sakit), sedang memeriksa salah satu antenna di sebuah lorong RSHS di dekat kamar-kamar pasien, kebetulan siang itu lorongnya agak gelap (ntah apa cuma perasaan saya saja). Ketika sedang serius-seriusnya melakukan pengukuran tiba-tiba dari kamar sebelah terdengar teriakan :

Ampuuuuuuuunnnnnnn …….. Guuusssssssstiiiiiiiii ………. Saaaaaaakiiiiiiittttttt …………..

(jantung saya) Deg …

Salah besar jika anda mengira bahwa sedang ada take salah satu adegan sinetron “hidayah”. Rupanya ada salah seorang pasien yg kesakitan, ntah karena efek pengobatan atau memang karena penyakitnya.

atau mungkin … sakaratul maut …

Hari ini saya sangat bersyukur telah mendapatkan pelajaran yg sangat berharga …

tentang kesehatan …

tentang rasa sakit …

dan tentang … kematian …

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | June 25, 2008

KP @ Inti

Langsung aja, akan saya ceritakan kronologis kejadian KP yg saya alami beberapa waktu terakhir ini.

Saya sedivisi dengan Tribagja ditempatkan di divisi JTS (Jaringan Telepon Selular). Sesuai namanya, divisi ini bertugas untuk mengerjakan proyek yang berkaitan dengan jaringan selular. Salah satunya adalah pemasangan indoor GSM (akan diceritakan kemudian). Kami berdua mulai ber-KP ria hampir tepat seminggu sebelum tulisan ini diterbitkan (18/06/08).

Minggu pertama kali lalui dengan lebih banyak sosialisasi dengan para karyawan yg ada di situ. Sungguh saya sangat terkesan dengan para karyawan yang ramah2 serta baik2 sama kami berdua khas supis (sunda pisan) euy. Kenapa saya bilang ramah ?

  1. Pembimbing kami, Bapak Edi. Saat hari pertama, beliau bilang ke kami kalo dia minta ke teman2nya : “Kalo ada yg KP disini tolong dibantu sebisa mungkin, karena banyak membantu inilah rezeki kita lancar mengalir, banyak proyek yg datang ke kita.” Langsung saya mendapat pelajaran pertama pada hari itu.
  2. Bapak Sholihat, bagian TestCom, pada hari pertama langsung menunjukkan pada kami alat-alat yg digunakan dalam pemasangan indoor GSM serta fungsi-fungsinya. Lalu pada hari kedua, saya meminjam dulu bangku beliau sebelum beliau datang. Ketika beliau datang kemudian saya beranjak pergi utk. mencari bangku lain eh … beliaunya malah bilang “Gk apa2, disini mah bebas, pake aja bangku saya.”
  3. Bapak Rudi. Bapak ini datangnya biasanya paling pagi. Bapak ini yg saya temui pertama kali di tempat KP. Begitu saya datang langsung diajak ngobrol. Setelah agak lama ngobrol keluar pertanyaan yg sering bgt ditujukan orang ke saya, “Jowone ngendi mas???” tanpa bertanya-tanya dulu apakah saya orang jawa atau bukan. Rupanya bapak Rudi pernah di Kediri lama, kl gk salah 2 bulan buat masang BTS.
  4. Bapak Unang, bagian lapangan. Sejak pertama bertemu dengan beliau langsung terkesan karena beliau mengajak salaman dengan cara yg beliau sebut cara komando. Salaman yg biasa dilakukan oleh orang2 yg sudah akrab (salaman biasa lalu ditambah salaman dengan dengan tanga dikepal). Selama di lapangan beliau yg setia membantu kami. Sama seperti Pak Rudi, beliau jg menanyakan hal yg sama terhadap saya “Jowone ngendi???” dan ternyata juga, beliau pernah lama di Kediri buat masang BTS (mungkin bareng sama Pak Rudi)
  5. Bapak-bapak yg lain yg saya belum sempat kenalan karena jarang berada di kantor (mungkin karena orang lapangan). Tapi mereka semua ramah2 terlihat dari jabatan tangan yg mereka berikan pada kami.
  6. Teteh-teteh yg sempat menawarkan gorengan ke saya, bagja gk ditawarin, hehe …, emang pas waktu itu adanya cuma saya. Sayang bgt, belum sempat kenalan euy ..

Suasana di tempat kerja sangat akrab, walaupun serius namun jauh dari kesan tegang. Selalu saja ada becandaan yg keluar dari orang-orang disana. Pak Edi dipanggil abah oleh orang-orang sana, sedangkan Pak Sholihat dipanggil Uwak, menunjukkan bahwa mereka sudah seperti keluarga … hiks … hiks … jadi terharu. Setiap datang kerja, setiap orang selalu menyalami orang yg lain, teteh2 yg masih muda bahkan mencium tangan bapak2 yg senior, kayak di kampung saya banget. Jadi pengen pulang … eits … 2 bulan lagi, sabarrr.

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | May 23, 2008

BBM naik

Yah, memang pemerintah akhirnya harus tegas dalam memutuskan kebijakannya (walaupun sejak dulu memang beraninya tegas cuma buat rakyat kecil, gk berani tegas terhadap penjahat kelas kakap macam koruptor BLBI)

Jumat, 23 Mei 2008 pukul 24.00

Waktu di atas menjadi saksi dalam salah satu sejarah Indonesia seperti yang dideklarasikan oleh SBY saat peringatan Seratus Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei lalu yaitu “Indonesia Bisa!!!”. Ya, Indonesia bisa. Indonesia bisa semakin terpuruk, Indonesia bisa semakin miskin, eh salah ding … bukan Indonesianya tapi rakyat Indonesia. Emang ada apa ?

Terhitung sejak tanggal di atas, harga BBM resmi naik yaitu bensin menjadi Rp 6000,- lalu solar Rp.5500,- sedangkan minyak tanah Rp.2500,-

Implikasinya, harga-harga bahan pokok akan sesegera mungkin mengikuti kenaikan harga BBM. Dampaknya memang masyarakat kecil yang akan paling merasakan. Yah, semoga saja, daftar korban yang meninggal bunuh diri karena himpitan ekonomi tidak akan bertambah lagi.

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | May 23, 2008

SKAL 2008 (2)

Lanjut neh …

SKAL 2008 kemaren, SKAL terakhir sebelum menjadi swasta di Aldsmada, menghadirkan obyek baru dalam sejarah SKAL. Apakah itu ? Nantikan.

Sekarang mw nyritain kronologis (walah, kayak kejadian kriminal aja) SKAL kemaren yg sempet saya ikuti, dengan estimasi waktu yg dibuat semirip mungkin.

  • Peserta SKAL sampai di Bandung pada pukul 05.00 (mungkin rekor kali yee). Wuaahhh, di satu sisi, ini menjadi keuntungan panitia karena potensi untuk ngaret di obyek pertama yaitu ITB bisa diminimalisir, namun disisi lain bisa merepotkan juga. Lho kok bisa? Begini ceritanya …
  • Petugas yang semula didaulat untuk melakukan penjemputan peserta SKAL adalah sebanyak 6 orang, masing-masing bis berjumlah 2 orang (satu orang mengarahkan supir bis menuju tempat penginapan,yang lain mengucapkan selamat datang dll ke peserta). Nah,,,
  • Jam 04.00 saya dan para petugas penjemput yang lain sudah ditelepon oleh jawair untuk mengabarkan bahwa bus SKAL sudah sampai nagreg. Segera kami siap-siap.
  • Jam 04.30 gantian arif yang menelepon menyuruh kami untuk segera menuju pintu tol pasteur saat itu juga. Nah lho, naik apa rip? Pokoknya ke tol pasteur saat itu juga. Akhirnya kami bertiga (saya, agung dan alfan) segera berlari cari angkot ke Pasteur. Sebenernya ada motor sih, tapi cuma satu yg bisa digunain, masak mau boncengan bertiga. Naik angkot caheum-ciroyom, kami hanya bisa naik sampai depan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
  • Jam 04.45. Depan RSHS, sial, gk ada angkot yg menuju pasteur sepagi itu. Akhirnya kami bertiga jalan kaki.
  • Jam 05.00. Sampai di depan hotel Grand Aquila (sekitar satu kilometer dari RSHS) kami menemukan sebuah fenomena yang cukup membuat kami shock. 3 buah bus dengan plat W dan tulisan masing2 A,B,C di kaca depan melintas melewati kami. Usaha yg kami lakukan dengan cara melambai-lambaikan tangan tidak membuat bus berhenti. Maklum, hari masih petang, mungkin busnya nggak bisa ngeliat.
  • Yah, walaupun usaha yg kami lakukan gagal total, paling gk kami bertiga mendapat pengalaman baru jalan kaki di kota Bandung pada pagi-pagi buta sejauh satu kilometer.
  • Jam 05.15, kami berempat (+galih) sampai di penginapan dengan menggunakan 2 buah motor, lho kok bisa ? Inilah keajaiban SKAL … hehe …
  • Di penginapan, sudah ramai dengan aktivitas menaikkan kopor ke lantai 4 dan 5. Kami berempat segera turun tangan. Sebelumnya disana sudah ada jawair, arif, udin, mas adib dan yang lain (parah bgt gw,lupa).
  • Barang beres dinaikkan, kami agak nyantai sembari merencanakan untuk kegiatan selanjutnya. Namun inilah fatalnya kami, kami tidak mengestimasi susahnya menggiring para peserta dari kamar menuju bus. Efeknya, perjalanan ke ITB yang direncanakan sudah berangkat pukul 06.45 pun akhirnya baru bisa berangkat pukul 07.15 dan ini berefek domino mulai dari kedatangan ke kokesma, kedatangan ke prodi hingga keluar dari ITB.P1070520Suasana Briefing sebelum ke ITB
  • Setelah ITB, Cihampelas … sayang aq cuma nganterin doang, abis itu nyiapin makrab … gimana makrabnya ??? sabar …
Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | May 23, 2008

LCEN 2008

Keren …

Itulah kesan yang saya dapat dari penyelenggaraan LCEN 2008, konsep acaranya benar-benar berbeda daripada beberapa konsep acara lomba-lomba yang saya ketahui terutama saya cukup surprise dengan sistem penilaian/presentasi dari lomba LCEN itu sendiri.

Penilaian/presentasi yang konvensional dilakukan dengan cara setiap peserta naik ke atas panggung lalu mempresentasikan karyanya di hadapan juri-juri yang diberi meja berjajar menghadap panggung, persis seperti penjurian kontes2 musik seperti indonesia idol, KDI, dll. Namun di LCEN ini, penjurian dilakukan dengan cara masing-masing peserta diberi stand masing2 lengkap dengan mejanya kemudian juri datang ke meja masing-masing peserta secara bergiliran mulai dari meja yang paling dekat dengan jalan masuk deretan stand sampai dengan meja yang dekat dengan jalan keluarnya. Urutan penataan stand (mulai dari jalan masuk sampai jalan didasarkan pada undian yang telah dilakukan malam sebelumnya. Pada penilaian tersebut, saya dan kawan saya diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya selama 5 menit, setelah itu sisanya 35 menit digunakan untuk interaksi antara peserta dan juri, jadi satu juri bisa mengajukan banyak pertanyaan secara paralel bahkan sampai puas akan penjelasan kami.

edit Inilah gambar dari deretan stand yang disediakan dalam proses penjurian. Kebetulan stand-stand bidang telematika diletakkan panggung yang agak ke atas, sejajar dengan panggung bidang elektronika non-mikro dan biomedik, sehingga terkesan menjadi pusat perhatian acara ini. Yang saya lingkari di samping adalah stand kami.

edit2

Nah, lebih spesial lagi, stand kami kebetulan berhadap-hadapan langsung dengan jalur masuk menuju panggung sehingga mau tidak mau pengunjung yang naik ke panggung langsung berhadapan dengan stand kami. Memang sih untuk proses penjurian tidak terlalu berpengaruh, namun kerasanya saat pameran karya.

Yah, sekian dulu oleh-oleh dari LCEN, akan dilanjutkan dengan LCEN (2).

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | May 19, 2008

Piala Thomas Kalah di Semifinal

Kecewa sih tapi …

Ya, memang itu perasaan terbesar ketika melihat dengan mata kepala sendiri kekalahan tim Piala Thomas Indonesia dari ‘tim tamu’ Korea Selatan. Apalagi kalah langsung 3-0. Telak banget.

Yah … mending gk usah dibahas lah … daripada tambah sesak di dada …

Btw, salut lah atas usaha keras dari Tim Piala Thomas Indonesia, semoga ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya.

Dan mari kita dukung Tim Piala Uber Indonesia di final melawan China.

Indonesia ….

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | May 19, 2008

SKAL 2008

Pfufff … akhirnya selesai juga SKAL ini …

Bagi yang belum tau, SKAL itu singkatan dari Studi Kenal Alam dan Lingkungan yaitu acara yang diselenggarakan oleh siswa SMAN 2 Kediri dalam rangka study tour / jalan-jalan. Jalan-jalan dari Kediri menuju Jogja terus ke Bandung dan diakhiri di Jakarta. Yang membedakan antara SKAL ini dengan study tour yang diselenggarakan di SMA-SMA yang lain adalah panitia pelaksananya. Seluruh panitia SKAL praktis adalah siswa SMAN 2 Kediri (panitia pusat) serta alumni-alumni SMAN 2 Kediri (panitia-panitia lokal) yang sekarang menuntut ilmu di 3 kota besar tersebut (Jogja, Bandung, Jakarta). Sedangkan study tour yang lain biasanya diserahkan pada jasa travel untuk mengurus semuanya. Alhasil, seluruh effort yang biasanya diserahkan pada profesional harus dikerjakan oleh mahasiswa-mahasiswa ini.

SKAL Bandung dilaksanakan pada tanggal 13-14 Mei 2008, berbeda dengan biasanya yang diselenggarakan pada bulan maret. Sebagai koordinator acara, tugas saya sangat susah yaitu harus memastikan bahwa peserta mendapatkan feel pada SKAL Bandung ini. Lebih berat lagi ternyata anak buah-anak buah saya harus menghadapi UTS2 dan kaderisasi2. Udah deh, terpaksa harus berperan ganda.

Secara, saya bukan anak yang terlalu kreatif untuk mengkonsep acara makanya agak kelabakan juga ketika saya harus menghandle sie acara, tapi ya inilah yang namanya pembelajaran, selalu susah di awal namun akan terbiasa di akhir.

Bagaimana prosesi SKAL Bandung secara keseluruhan ?

Akan dijelaskan kemudian, besok UTS Medan nih, jadinya gk ada waktu buat ngejelasin. Sebagai gantinya, nih saya tampakkan salah satu foto yang saya dapat ketika SKAL Bandung.

P1070538Gambar :

Peserta SKAL di depan Campus Center Timur ITB

Posted by: Mohamad Yanuar Erdian K.R. | May 19, 2008

Windows Live Writer

Inilah postingan pertama saya menggunakan software Windows Live Writer. Software ini digunakan khusus untuk melakukan postingan di blog kita secara offline. Berikut cara menggunakan software ini :

  1. Pertama-tama kita lakukan dahulu download software ini. Untuk mendownloadnya silakan klik disini.
  2. Setelah itu kita akan memasukkan alamat web kita pada saat setelah menginstall software ini ke dalam komputer kita. Perlu diketahui bahwa ketika kita pertama kali menginstall software ini kita harus online untuk bisa tersambung langsung ke halaman editor blog kita.
  3. Setelah itu akan nampak hasilnya seperti contoh dibawah ini :WLW
  4. Setelah itu kita tinggal melakukan proses editing pada tulisan kita layaknya kita mengedit pada halaman editor secara online. Hal ini jauh lebih menghemat biaya daripada kita harus membayar warnet untuk sekedar editing yang lumayan memakan waktu.
  5. Proses terakhir adalah melakukan publish ke alamat web kita.

Dengan menggunakan editor windows live writer ini ada beberapa kemudahan yang saya catat, diantaranya :

  1. Menghemat Bandwidth karena tidak perlu terus online hanya untuk sekedar editing.
  2. Mendapatkan kemudahan dalam melakukan proses editing dibandingkan dengan menggunakan software editor umum seperti MS-Word atau notepad karena fungsi pada editor online diadaptasi disini.
  3. Sekali proses publish yaitu di akhir. Jika menggunakan editor online, gambar yang berasal dari komputer harus dipublish terlebih dahulu sebelum bisa digunakan pada halaman web.

Semoga bisa bermanfaat

Older Posts »

Categories