Posted in Uncategorized

Richard Branson

Yesterday, unplanned, I was watching the interview with Richard Branson on Metro TV. He is a successful person who found and lead Virgin Groups, one of Big Private Company in the world.

richard-branson

First time i hear his name is in Hermawan Kertajaya marketing’s book. Hermawan say in his book that the power of virgin corp is the brand that comes from the image created by Richard. As a person who has eccentric personality, Richard creates the images of his company differently than another big company. It seems like he announce to his customer that this is our company, the company that know our needs.

Not as another big company groups, Virgin is a group that very different in business. It has no core business like another multi national company. If cola has carbonate drinks, adidas play in sport equipment, microsoft in computer. Virgin has divergence business product. It has plane, magazine, music store, mobile, finance, cola, etc. Don’t say that this company has no character, exactly, the character is come from its owners. Yes, Richard has it character and spread it to his company so each company doesn’t need to creates it own character. They only need to matching the Branson image with the service they offer.

Addition : I just see the big billboard in front of Wisma Mulya high rise building in Gatot Subroto that contain the big picture of Bronson. It is an advertisement for a Bank. Are that Banks want to duplicate Branson image?

Posted in Uncategorized

Malas di Bulan Ramadhan? No Way

Banyak orang yang menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Banyak sekali orang yang terjebak dengan sebuah hadits dhoif.

Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah.

Memang benar dan masuk akal bahwa lebih baik tidur daripada melakukan maksiat, namun bukankah akan jauh lebih baik lagi jika kita giat beramal dan belajar.

Di Indonesia, bahkan di dunia, sudah sangat dipahami bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya umat muslim dimana perhatian warga dunia terhadap Islam akan jauh lebih besar pada bulan ini dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Jika kita menampakkan mental pemalas, tidak produktif dalam bulan Ramadhan, maka kata orang pajak “Apa kata dunia”. Ya, di bulan inilah waktu kita untuk menunjukkan pada dunia bahwa ini Islam, indah dengan syariat-syariatnya, berprestasi dengan sunnah-sunnah Rasulnya.

Apakah Rasulullah mencontohkan tentang berprestasi di bulan Ramadhan? Jawabnya adalah Ya, sebuah prestasi gemilang yang menjadi pintu gerbang bagi disebarluaskannya dakwah Islam di seantero dunia. Peristiwa Fathul Makkah (penaklukan Kota Mekah) terjadi di Bulan Ramadhan. Masih kurang contohnya? Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua hijrah dimana pasukan muslimin dengan jumlah yang sangat sedikit mampu mengalahkan pasukan musyrikin dengan jumlah yang jauh lebih besar. Padahal pada tahun itu adalah tahun pertama perintah puasa diwajibkan bagi kaum muslimin.

So, kalau kita mengaku pengikut setia Rasulullah SAW dan risalah yang dibawanya, masih adakah kata malas di kamus kita di Bulan Ramadhan ini?

Lalu apa yang bisa kita lakukan di Bulan Ramadhan ini?

Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ashr 2-3)

Di Bulan Ramadhan ini dimana banyak orang yang memaknai puasa hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Seringkali dilupakan bahwa puasa juga menahan diri dari perbuatan tercela lainnya seperti marah,menggunjing,berghibah (walau sebenarnya di luar bulan ramadhan pun harus ditinggalkan). Namun Rasulullah mengindikasikan secara khusus perbuatan-perbuatan itu pada hadits beliau.

Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga? (Ibnu Majah)

Di sinilah ladang pahala kita untuk saling mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga namun juga menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan pahala puasa. Gampangnya, kalo ada orang yang marah-marah, berghibbah, atau melakukan perbuatan sia-sia tinggal bilang aja “Eh, ini kan bulan puasa coy,gak boleh marah lho”. Sederhana memang namun insyaAllah mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

Belajar Agama

Subhanallah. Ramadhan memang membawa berkah tersendiri dimana semakin banyak majelis-majelis ilmu yan dibuka. Di internet, di tivi, masjid, dimana-mana bahkan di berbagai kantor dan sekolah sudah ada kegiatan-kegiatan Targhib Ramadhan sejak sebelum masuk ke bulan penuh rahmat ini. Nikmat banyaknya majelis ilmu ini akan sangat jarang kita temui di luar bulan Ramadhan, maka alangkah baiknya kita manfaatkan keberkahan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Lalu apa urgensi kita mencari ilmu agama? Bukankah kita sudah mendapatkannya sejak SD sampai SMA bahkan sejak kita kecil sudah dididik agama oleh orang tua kita.

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS Lukman 27)

Ilmu Allah itu sangat luas dan banyak, maka tidak ada alasan bagi kita untuk mengklaim bahwa kita sudah cakap dalam ilmu agama dan tidak perlu mencari ilmu lagi. Mencari ilmu adalah sepanjang usia yang dianugrahkan kepada kita.

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.(QS Mujadillah 11)

Posted in renungan, Serial Ramadhan

Detik-detik itu Begitu Mendebarkan

Ibarat sepasang calon mempelai yang sedang menunggu waktu menjelang pembacaan ijab kabul, detik-detik pertemuan kami pun sangat mendebarkan. Setiap helaan nafas begitu bermakna, setiap langkah terasa slow motion, setiap tingkah laku serasa ter-capture oleh kamera yang ada dimana-mana.

Kekasih yang datang setiap tahun ini selalu saya nantikan. Ramadhan. Entahlah, setiap mendengar atau menulis kata itu, suasana syahdu datang menyerang. Slide-slide tentang hari-hari indah yang akan dilalui silih berganti bagaikan bayangan-bayangan hitam-putih, berhasil atau gagal. Harap-harap cemas menanti metamorfosa yang diharapkan akan terjadi yaitu seperti ulat yang bertapa dan berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

kupu-kupu 

Tidak ingin rasanya menyia-nyiakan waktu dengan sang kekasih dengan hal-hal sampah yang tidak berguna. Terlalu berharga setiap detik walau hanya sekedar untuk update status di facebook, tertawa terpingkal-pingkal di depan layar televisi atau bahkan untuk mengobrol hal-hal yang kurang berfaedah.

Aku ingin bermesraan dengan kekasihku secara khusyuk, menikmati setiap karunia-Nya, mensyukuri, mensabari atas semua keputusan-keputusan-Nya. Aku ingin asyik. Tapi tidak ingin asyik sendiri, aku ingin semua saudaraku di bumi ini merasakan nuansa indah ini. Selamanya, tidak hanya sebulan ini saja. Kekal. Tapi bulan ini sungguh-sungguh moment yang sangat tepat.

Marhaban Yaa Ramadhan. Marhaban Yaa Sayyidus Shuhur, Marhaban Yaa Syahrul Barakah, Marhaban Yaa Syahrul Najah, Marhaban Yaa Syahrul Juud, Marhaban Yaa Syahrul Tarbiyah, Marhaban Yaa Syahrul Rahmah…

Ana ukhibukum fillah..

Posted in Uncategorized

Teknologi MPLS

MPLS merupakan salah satu terobosan terbaru dalam dunia komunikasi data. Sebelumnya, jika kita akan mengelola suatu jaringan yang besar (WAN/Wide Area Network), maka dibutuhkan pengalamatan yang melibatkan layer 3 (layer network) dalam OSI layer. Untuk itu ada alamat IP yang merupakan alamat dari network yang akan dituju oleh suatu paket. Alamat IP ini akan dibaca oleh masing-masing node (dalam hal ini router) yang akan dilalui oleh paket tersebut. Setelah itu tergantung oleh algoritma routing yang digunakan oleh node tersebut untuk memforward paket-paket yang mampir ke node tersebut hingga sampai pada alamat tujuan.

Pengecekan alamat IP dengan membongkar layer 3 ini memerlukan waktu tertentu (diakumulasi waktu berdasarkan jumlah node).

Hal ini berbeda dengan pengalamatan yang digunakan pada LAN (local area network) dimana cukup membongkar layer 2 saja (data link) sehingga mempercepat pengiriman paket.

Teknologi MPLS terletak pada layer 2.5 dimana pada jaringan WAN, tidak perlu membongkar sampai dengan layer 3 (IP address) namun cukup dengan melihat label yang disisipkan pada paket.

Mendekati ATM dan Frame Relay

ATM dan Frame Relay merupakan transmisi paket yang connection oriented dimana harus ada handshake dulu antara point ke point sehingga disepakati jalur yang akan dilewati paket. Berbeda dengan teknologi IP dimana digunakan mekanisme routing untuk menforward paket melewati port tertentu. Dengan menggunakan MPLS, maka akan ada semacam VC (virtual circuit) karena label yang ditempelkan akan memberi perintah kemana paket akan diforward sehingga seolah-olah akan bersifat connection oriented padahal tidak.

(for a while, no question please,still learning)

Posted in Elektro

Grafik pada Coding Matlab

Membuat grafik seringkali merupakan faktor yang paling penting dalam penggunaan MATLAB sebagai alat bantu simulasi. Bahkan bisa jadi merupakan tujuan akhir dalam pengkodean MATLAB. Dalam pembuatan grafik, ada beberapa code yang digunakan, saya sendiri lebih sering menggunakan plot dan semilogy.

Untuk membuat warna garis, ada beberapa simbol yang bisa digunakan yang mencerminkan warna garisnya, setelah saya coba2  (ini tidak ditunjukkan dalam menu ‘help’ di Matlab) yaitu :

huruf  ‘r’ untuk warna merah (red)

huruf  ‘b’ untuk warna biru tua (blue)

huruf  ‘k’ untuk warna hitam (black)

huruf  ‘y’ untuk warna kuning (yellow)

huruf  ‘g’ untuk warna hijau (green)

huruf  ‘c’ untuk warna biru muda (cyan)

Posted in Peradaban

Hukum Ciptaan Manusia Tidak Pernah Sempurna

Aneh memang, di satu sisi sedikit banyak saya sudah merasa jemu dengan isi berita yang melulu tentang KPK-Polisi-Anggodo-Tim8 namun di sisi lain rasa penasaran saya tentang siapa yang benar dan siapa yang salah selalu saja menuntun tangan saya yang memegang remote TV untuk mencari berita tentang itu. Semakin banyak input yang saya dapat semakin bingunglah saya, dan semakin penasaran pula.

Saya memang bukan orang hukum, dan saya pun tidak pernah mau sekolah di hukum maupun dihukum, namun rasa kemanusiaan saya merasakan bahwa pak bibit dan pak candra adalah orang2 baik yang menjadi korban. Btw, tetap saja mereka salah dan harus diproses secara hukum. Berbagai kejanggalan terutama dikeluarkan oleh Polri namun tetap saja mereka tidak bisa salah secara hukum (lagi2 hukum).

Suatu logika yang aneh ketika seseorang yang sudah mengaku memberi uang (suap) tidak ditangkap dan dijadikan tersangka sedangkan yang belum pasti menerima, dijadikan tersangka.

Ada yang bilang bahwa tim 8 yg ditugaskan untuk membantu menyelesaikan masalah ini merupakan tim yang bisa merusak tatanan hukum. Ini juga tidak ngerti saya, padahal dalam tim tersebut terdapat orang2 yang jagoan hukum. Kalo toh tim 8 merusak tatanan hukum, harusnya orang2 itu tidak mau menjadi anggota tim 8.

Lantas siapa yang mau disalahkan dengan kesemrawutan ini? Apakah anggota DPR yang buat undang2? atau pelaksana undang2? toh mereka semua sama, manusia, walaupun tidak ada niat untuk melakukan kesalahan, namun kemungkinan mereka melakukan kesalahan tetap saja ada. Dan parahnya, ada saja pihak2 yang memanfaatkan sisi kemanusiaan mereka demi urusan perut, bukan mengisi perut tapi menggembungkan perut (ini tidak ada hubungannya dengan anggodo yang perutnya memang gembung)

Mau tidak mau ini adalah konsekuensi logis dari konsensus tak tertulis kita untuk membuat dan melaksanakan sendiri hukum bukan melaksanakan hukum yang sudah pasti benar dari Allah swt yang tertulis dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ntahlah, saya berbicara seperti ini seakan-akan sudah melaksanakan hukum Allah swt, padahal sangat jauh dari apa yang diharapkan.

Semoga saja bapak-bapak yang mengusut terhadap polemik negeri ini diberi petunjuk oleh Allah swt. Amiin