Posted in Peradaban

Iran dan Nuklir

Iran dan Nuklir

                Pembicaraan mengenai sikap pemerintah Indonesia yang menyetujui Resolusi PBB 1747 yang berisi pemberian sanksi terhadap Iran atas pengayaan nuklir yang mereka lakukan menjadi topic yang paling hangat akhir-akhir ini. Ada apa sebenarnya dibalik semua ini? Mengapa Amerika bersikeras untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran? mengapa negara lain yang juga melakukan aktivitas pengayaan nuklir dibiarkan begitu saja? Dan mengapa sebagian besar umat Islam Indonesia mengecam keras tindakan pemerintahnya?

About Nuclear

Berbicara mengenai nuklir, orang seringkali membayangkan mengenai senjata, perang, bom dan korban yang berjatuhan. Tidak salah memang. Sesungguhnya, Amerika lah yang membuat stigma seperti itu pada public. Amerika menjadi satu-satunya negara yang menggunakan bom atom (‘moyangnya’ nuklir) sebagai senjata pemusnah massal. Namun ada sisi positif dari nuklir itu sendiri dalam kaitannya untuk meningkatkan peradaban manusia. Nuklir merupakan teknologi yang diharapkan mampu menggantikan minyak bumi sebagai tumpuan penyuplai energi bagi dunia di masa global. Efisiensi yang sangat tinggi serta cadangan uraniumyang masih sangat melimpah memungkinkan hal itu.

Energy yang dihasilkan satu kilogram uraniummurni adalah setara dengan yang dihasilkan oleh puluhan juta liter solar atau 1800 ton batubara. Bisa dibayangkan bagaimana keuntungan yang bisa diraih sebuah negara dengan efisiensi seperti itu. Selain itu dalam penggunaannya tidak menimbulkan efek samping berbahaya berupa emisi gas CO2, SO2,dan NOx yang biasa dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Sisa pembakaran uranium hanya menghasilkan ampas padat yang bisa disimpan di PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).

Perbandingan Negara Muslim dan Negara Barat

Sebuah pandangan global masyarakat dunia yang mengarah pada negara-negara muslim saat ini adalah bahwa negara-negara muslim adalah negara yang terbelakang, miskin, dan kumuh. Adapun negara-negara kaya penghasil minyak tak lebih dari sekedar negara bodoh yang telah mampu dikendalikan oleh negara barat melalui oknum-oknum dalam negara tersebut yang korup.

Apabila dibandingkan dengan negara-negara Barat (eropa dan amerika) akan sangat jauh berbeda. Barat telah maju dengan ilmu pengetahuan yang jauh meninggalkan negara-negara Islam. Sumber daya manusia yang menjadi unggulan dimanapun mereka berada, termasuk di negara Islam.

Sungguh ironis melihat kenyataan seperti ini. Kalau kita bandingkan dengan masa-masa awal dakwah Islam di masa Rasulullah, peradaban Islam saat itu jauh lebih maju dibandingkan dengan peradaban eropa yang masih berada dalam zaman kegelapan. Ilmuwan-ilmuwan muslim telah menghasilkan banyak karya yang akhirnya menjadi fondasi bagi berkembangnya ilmu pengetahuan sampai saat ini. Bahkan bila boleh dikata, renaissance, zaman kebangkitan barat dimulai dengan ilmu yang berasal dari ilmuwan Islam.

Pemanfaatan Nuklir

Teknologi telah sampai pada pencarian sumber energi alternatif pengganti sumber energy berbahan dasar fosil yang saat ini sudah mulai menipis. Bahkan menurut beberapa kalangan, sumber minyak akan semakin sulit pada 30 tahun ke depan.

Seperti yang telah diuraikan pada awal tulisan, sumber energy nuklir merupakan sumber energy yang paling potensial sebagai pengganti energy berbahan fosil. Dengan efisiensi hasil yang telah penulis paparkan di depan, maka bisa dibayangkan bagaimana menariknya sumber energy ini bagi negara-negara di dunia.

Hal ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan energy saja, namun akan mempunyai efek domino terhadap kemajuan peradaban suatu negara. Hal ini bisa dilihat dari kenyataan mengenai konsumsi energy dunia. Saat ini 3/4 penduduk dunia hidup di negara berkembang. Dari jumlah mayoritas tersebut, hanya 1/4 jumlah energy global serta 1/5 jumlah energy listrik yang mereka gunakan. Dua milyar orang dari mereka, hampir sepertiga penduduk dunia, tak memiliki akses pada kelistrikan. Secara rata-rata, masing-masing orang di negara berkembang mengkonsumsi hanya seperenam energi dari orang di Eropa Barat atau Jepang atau hanya seperlimabelas dari konsumsi orang Amerika Serikat (Yaziz Hasan, nuklir energy masa depan).

Sesuatu yang bisa disimpulkan dari data di atas adalah bahwa energy sangat berperan penting dalam memajukan peradaban suatu bangsa. Negara-negara maju membutuhkan energy yang jauh lebih besar dibandingkan negara berkembang karena upaya yang mereka kerjakan pun juga jauh lebih besar. Sebaliknya, negara-negara berkembang tidak akan maju-maju jika pemenuhan energy mereka masih dibatasi.

Clash of Civilization

Wacana mengenai clash of civilization telah lama didengungkan oleh seorang Samuel P. Huntington, seorang ilmuwan politik dari Harvard University. Huntington menulis bahwa Islam merupakan ancaman terbesar bagi barat setelah mereka berhasil mengalahkan komunisme. Hal ini tertulis dalam bukunya yang berjudul The Clash of Civilizations and The Remaking of World Order (1996). Benar saja, kejadian 11 September 2001 seakan-akan merupakan pembuktian dari apa yang ditulis Huntington. Diluar siapa dalang sebenarnya dari peristiwa tersebut, kejadian itu telah mampu mengarahkan pandangan public dunia mengenai clash of civilization. Pencitraan masyarakat dunia (atas bantuan pers barat) terhadap Islam sedikit demi sedikit mengarah pada pandangan bahwa Islam adalah terorisme. Hal yang lebih parah lagi, langkah konkret telah dieksekusi oleh George W. Bush bersama kroni-kroninya untuk melakukan perang terhadap Islam di timur tengah. Afghanistan dan Iraq telah berhasil menjadi korban.

Lalu apa hubungannya dengan teknologi Nuklir dan Iran ?

Pembelajaran dari kasus nuklir Iran dan resolusi 1747

Kasus nuklir Iran dan Resolusi 1747 yang dikeluarkan oleh DK PBB boleh jadi merupakan pengejawantahan lanjut dari apa yang disebut clash of civilization. Dalam wacana ini PBB terlihat hanya mengakomodir kepentingan dari pihak barat tanpa mempertimbangkan negara-negara lain, apalagi negara Islam yang sekarang lebih banyak menjadi obyek dari benturan peradaban ini.

Iran sendiri, seperti yang telah dijelaskan oleh ketua perunding nuklirnya Ali Larijani, mengembangkan nuklir hanya sebatas sebagai upaya pemenuhan energy dalam negerinya, tidak ada maksud untuk mengembangkannya untuk membuat senjata pemusnah massal. 

Kalau dipikir-pikir, seperti yang telah diungkapkan Presiden Ahmadinejad, jika barat diperbolehkan mengembangkan nuklir, mangapa Iran tidak. Hak untuk memajukan peradaban adalah hak suatu negara yang tidak bleh diganggu gugat oleh negara lain. Begitu pula Iran, adalah hak Iran untuk mengembangkan mengembangkan peradabannya, dan seperti yang telah penulis uraikan sebelumnya, pengembangan nuklir menjadi salah satu upaya yang cukup potensial dalam rangka pemenuhan energy untuk peradaban.

Suatu hal yang cukup aneh memang. Di saat Korea Utara jelas-jelas mengadakan uji coba nuklirnya, PBB justru diam seribu bahasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Namun ketika Iran belum terbukti mengembangkan nuklir untuk kepentingan persenjataan, PBB justru langsung mengeluarkan resolusinya. Suatu keputusan yang sangat tidak adil dan terkesan hanya mengakomodir kepentingan amerika.

Peran Indonesia dalam peradaban dunia dan sikapnya terhadap perkembangan nuklir.

Keputusan pemerintah Indonesia untuk mendukung resolusi 1747 PBB telah dinilai salah oleh banyak pihak. Bahkan menurut ketua umum PBNU, hal ini merupakan blunder besar yang dilakukan pemerintah. Indonesia yang memiliki status sebagai negara umat Islam terbesar harusnya ikut ambil bagian dalam memajukan peradaban umat Islam. Dalam hal pengembangan nuklir untuk pemenuhan energy umat muslim, walaupun Indonesia belum bisa (atau mungkin belum berani) mengembangkannya namun paling tidak Indonesia bisa mendukung teknologi nuklir yang dikembangkan oleh Iran atau minimal tidak ikut-ikutan latah mengecam pengembangan nuklir yang dilakukan Iran.

Kesimpulan

Nuklir merupakan solusi terbaik permasalahan energy dunia. Hal ini disebabkan sumber daya energy ini masih melimpah ruah di alam. Selain itu efisiensi daya yang dihasilkannya sangat tinggi. Efek samping dari efisiensi daya tersebut adalah polusi yang sangat minim. Energy nuklir tidak menimbulkan gas-gas berbahaya hasil pengolahan.

Pengembangan nuklir untuk energy sangat penting sekali bagi sebuah bangsa yang ingin memajukan peradabannya. Upaya Iran untuk memajukan peradaban negaranya melalui nuklir hendaknya tidak dihalang-halangi oleh bangsa barat, pun Indonesia hendaknya melihat langkah Iran ini sebagai inspirasi untuk kemudian diikuti dalam rangka membangun peradaban Indonesia yang jauh lebih maju.

Wallahua’lam Bishawab

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

2 thoughts on “Iran dan Nuklir

  1. kl menurutku sih wajar aja jk PBB bersikap tdk adil pd Iran yg dilarang mengembangkan nuklir cos sejak awal dr sejarah berdirinya PBB emang bertujuan untuk menghalang-halangi negeri-negeri Islam bersatu dalam naungan Islam. Mereka dr akar sejarahnya udah benci banget dgn Islam. Sekarang baru kelihatan belangnya betapa bencinya mereka and tentunya di hatinya lebih-lebih benci banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s