Posted in curhat

Grafiti di Sepanjang Jalan Siliwangi

Sore itu, 17 Juni 2007

Setelah silaturahmi dari rumah temen, yanuar memutuskan untuk pulang dengan jalan kaki, maklum motor lagi dipinjem. Sebenernya naik angkot jga bisa sih, tapi males aja, itung-itung jalan kaki sambil olahraga dan merenung (bilang aja gk punya duit buat naik angkot :D).

Jalan siliwangi menimbulkan kesan yang mendalam bagi yanuar. Di jalan itulah, selama setahun pertama di Bandung ini, yanuar menghabiskan waktu. Berangkat pagi-pagi, menyusuri jembatan kali Cikapundung, kadang (lebih tepatnya sering) sambil lari-lari, sambil bercengkrama dengan Udin, kadang Jawair atau Agung atau Alfan. Kenangan di jalan siliwangi itu akan sulit dihapus.

Pertama kali menginjakkan kaki di bandung, yanuar terkesan dengan jalan siliwangi terutama pada grafiti yang ada pada dinding yang melingkupi sekitar setengah dari panjang jalan itu (panjang jalan siliwangi sekitar 1 kilometer). Dinding-dinding itu terkesan artistik dan menarik orang untuk melihatnya. Hasil karya mahasiswa Seni Rupa angkatan 2003. Gambar-gambar itu terlihat bercerita tentang sesuatu, lebih tepatnya bercerita tentang alam karena didominasi oleh gambar-gambar tumbuhan.

Sekarang setelah genap setahun yanuar meninggalkan jalan siliwangi, ada sesuatu yang berbeda, khususnya hari-hari terakhir ini. Grafiti itu, ya grafiti di dinding itu yang membuat berbeda, sekarang lebih cerah. Hal ini tidak lain adalah karena seminggu terakhir ini sedang ada proyek pembaruan grafiti oleh para mahasiswa Seni Rupa. Grafiti yang lama dihapus dan diganti dengan yang baru. Temanya nggak jauh beda, tentang lingkungan, masih didominasi dengan kesan tumbuhan.

Kreasi semacam ini memang bagus sih menurut saya. Paling tidak bisa membuat jalan siliwangi menjadi lebih apik dan sedap dipandang. Nah, masalahnya di “sedap dipandang itu. Bagaimana kalo ada pengendara sepeda motor yang lewat trus lihat grafiti itu dan saking takjubnya jadi nggak konsen sama jalan raya (pengalaman pribadi :D). Bisa gawat kan ? kayaknya perlu anak psikologi yang nanggepin deh.

Btw, Jalan siliwangi emang penuh kenangan. Yanuar yakin tidak hanya buat yanuar sendiri tapi juga buat temen2 dari kediri yang lain.

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

One thought on “Grafiti di Sepanjang Jalan Siliwangi

  1. Soal jalan siliwangi penuh kenangan, begitu juga buat ane.

    Kenangan ane di jalan Siliwangi ada di peralihan tingkat 1 ke tingkat 2, waktu hidup nebeng di kosan Gilang GD04 dan Cahyo FT05. Nebeng selama 3-4 bulan waktu nunggu pengumuman asrama salman setelah ane di’usir’ dari kosan pelesiran.

    Kenangan ane di jalan siliwangi lebih banyak kenangan malam. Waktu pulang dari rumah infall el04, atau pas nunggu caheum ledeng buat liqo.. Tapi memang momen 3-4 bulan itu merupakan momen yang tidak akan pernah hilang dari ingatan.. silliwangi..

    Soal grafiti di perbaharui.. sepakat2 aja, tapi jangan ampe ada gambar2 yang ‘porno’ ya.. dalih seni eh, malah seenak udel ndiri. Kalo soal pengendara yang lewat ya di situ dikasi rambu 20km/jam aja, biar semuanya lambat dan bisa konsen ngeliat grafitinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s