Posted in resensi buku

La Tansa, Male Cafe seri I dan II

Serial ini bercerita tentang lima orang remaja, kader dakwah, yang mencoba membuat gebrakan baru dalam berdakwah yaitu membuka kafe khusus cowok dengan nama La Tansa (artinya : janganlah engkau lupa).  Obyek dakwah mereka tentu saja para lelaki yang masih ammah. Lima orang tersebut (fely,hari,adjie,jimmy,dan arief) mempunyai latar belakang dan watak yang berbeda-beda dimana dengan cerdas Mbak Nurul mampu meracik karakter dari kelimanya dengan alur cerita yang seru, rame,dan lucu. Fely yang pentolan grup nasyid justice voice, hari yang merupakan komikus ulung, adjie sang mantan model yang kini menjadi fotografer, jimmy yang calon dokter hewan dengan prestasi akademik yang menjulang,dan arief sang ustadz yang punya masa lalu tentang adiknya yang sampai saat ini masih dirahasiakan sama mbak Nurul. Begitu pun dengan karakter masing-masing, fely yang manja, hari yang leader abis, adjie yang cool banget, jimmy yang SO (study oriented) dan arief yang suka banget usil.

Cerita serial karya Nurul F. Huda ini memang layak dibaca oleh para remaja kader dakwah. Mbak Nurul mencoba menunjukkan bahwa dakwah itu tidak eksklusif namun inklusif, bisa dinikmati oleh siapa saja, mulai dari orang yang paling putih sampai yang paling kelam sekalipun. Bagaimana kelima remaja itu mampu mempunyai ide-ide (padahal semuanya berasal dari idenya mbak nurul :D) yang sungguh tidak menggurui mad’u mereka, merakyat dan benar-benar manusiawi, tidak terlalu idealis dan melangit. Hanya memang ada beberapa hal yang membuat saya agak bingung yaitu mengenai manajemen waktu mereka, kalo buat saya sih terlalu khayal (mungkin karena saya belum pernah melihat orang yang seperti mereka). Bagaimana mungkin ada mahasiswa yang tiap hari kuliah trus dilanjutin sama ngurus kafe sampai jam 11 malam. Tapi ya waallahua’lam, mungkin di UGM hal itu udah biasa kali ya.

Alur cerita yang ditimbulkan di cerita serial ini kurang begitu terkait, perlu ditambah banyak benang merah agar menjadi lebih seru dan semakin membuat orang penasaran. Contohnya adalah peristiwa meninggalnya Pak Udin yang dilanjutkan dengan kasus tawurannya Kiki. Kita seolah diajak meloncat dari satu babak dengan babak lainnya tanpa ada hubungan antar keduanya, atau lebih tepatnya beralih dari satu cerpen ke cerpen yang lain.

Keunggulan dari cerita bersambung ini adalah ide yang tidak ada habisnya dengan masalah-masalah remaja kontemporer mulai dari pacaran, tawuran, bahkan sampai masalah punya ibu tiri baru, semua dirangkum dengan tidak memfokuskan diri pada satu tokoh saja namun juga melibatkan yang lain sehingga ketika satu babak dimulai, kelima tokoh itu tetap mampu diingat oleh pembaca.

Apa ibroh yang bisa kita ambil dari cerita ini.

  • Kader dakwah harus inklusif, menyatu dengan mad’unya, memperlebar titik sentuh dalam berdakwah.
  • Inilah pentingnya berjamaah dalam berdakwah, setiap kader pasti memiliki qodhoya (masalah-red) masing-masing dan ada kalanya masalah itu terlampau berat untuk diselesaikan sendiri bahkan tidak jarang sampai menelantarkan tugas dakwahnya. Maka dari itu, diperlukan kawan yang selalu setia untuk menemani dan mengingatkan.
  • Jangan menganggap sesuatu terlalu radikal termasuk kafe, ada sebagian orang yang mengganggap kafe adalah tempat maksiat. Hal ini tidak selamanya benar, buktinya Hasan Al-Banna memulai dakwahnya dari kedai teh.
  • Masa lalu adalah suatu pelajaran yang sangat berharga anugrah Allah SWT, dan itu patut disyukuri dan direnungi. Tidak selamanya seorang preman akan terus menjadi preman contohnya adalah anak-anak La Tansa yang mempunyai cerita kelam masing-masing.
  • dan banyak lagi ibroh yang bisa diambil, ada yang besedia menuliskan untuk saya, so langsung ke comment aja ya.

Oh iya, kapan nih ada edisi ketiganya, atau emang sudah ada y ???

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

4 thoughts on “La Tansa, Male Cafe seri I dan II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s