Posted in curhat

Kereta Kenangan

Kereta kahuripan …

Kereta kenangan yang tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun. Jurusan kediri bandung dengan jam berangkat dari stasiun kiaracondong pukul 19.30 sampai di kediri nggak jelas, paling sering pukul 10.00 dengan galat sampai dengan 5 jam😀 Pernah sampai di kediri pukul 09.00 namun lebih sering pukul 11.00 dan yang paling parah pernah sampai kediri pukul 15.00.

Kereta yang menggemberikan sekaligus menyedihkan. Menggembirakan ketika berangkat dari bandung menuju kediri dan sangat menyedihkan ketika memaksa balik lagi dari kediri menuju bandung. Menggembirakan ketika mendapat tempat duduk yang strategis😀 dan menyedihkan ketika terpaksa harus berdiri. Menggembirakan jika harus pulang rame-rame bareng temen-temen dan menyedihkan ketika harus balik sendirian namun tidak terlalu menyedihkan ketika dapet kenalan baru😀

Dilihat dari namanya saja bisa dilihat bahwa kereta ini benar-benar merakyat,legowo, down to the earth, nrimo ing pandum, atau apapun namanya. Yang jelas ketika ada kereta lain berpapasan dengan kereta ini, kereta inilah yang selalu berbesar hati dengan berhenti untuk mengalah, bahkan termasuk dengan sesama kereta ekonomi pun. Pantes saja ketika ada masalah dengan kereta lain, dampaknya juga berimbas pada kereta ini.

kahuripan = kehidupan

Ya itulah artinya. KEHIDUPAN. Kahuripan itu dalam bahasa sundanya. Kereta ini benar-benar kereta kehidupan. Etalase penderitaan rakyat Indonesia. Di dalamnya bercampur berbagai macam keringat rakyat hasil perahan kapitalisme modern. Berbagai macam profesi mulai dari pedagang, buruh, pengangguran sampai dengan mahasiswa seperti ini ada dan tersedia dalam gudang-gudang kahuripan. Para pencari berkah kereta pun tak mau ketinggalan dalam berpartisipasi meramaikan kereta ini. Ada pedagang koran, pembersih lantai, penyemprot parfum, sampai peminta sumbangan buat salah satu masjid di garut yang menjadi favorit (karena sampai hafal apa yang bakal diucapkannya).

Dulu sempat tergelitik mendengar komentar dari salah satu senior, anak kediri juga. Ketika beliau ditanya,”Mau pulang kampung naik Mutiara Selatan (kereta bisnis, setingkat di atas kahuripan-red) ya mas?”. Eh dianya jawab “Hah MutSel, nggak lah, Mutsel itu tempatnya orang-orang goblok, banyak yang ngrokok disana. Mending naik argobromo (kereta eksekutif-red) ” Dan Aku ? Aku hanya bisa terdiam serasa bergumam dalam hati “Hah. Kalo mutsel yang diatas kahuripan dianggap sebagai keretanya orang-orang goblok, gimana kahuripan ya?keretanya orang-orang super goblok kali😀 ?”. Ah kahuripan, seberapa parahnya engkau, aku sudah terlanjur jatuh cinta sama engkau, engkaulah anugrah dari Allah yang diberikan untuk kami, para mahasiswa, pedagang, buruh, dan orang-orang yang berkantong super tipis. Tak ada engkau, bukan tak mungkin kami akan pulang kampung setahun sekali. Tak ada engkau, bukan tak mungkin akan banyak silaturahmi yang terputus. Tak ada engkau, bukan tak mungkin banyak ibu-ibu yang jatuh sakit karena rindu akan kehadiran putranya.

Kahuripan, We Love U So Much

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

One thought on “Kereta Kenangan

  1. Assalamu’alaikum.

    Wah…luar biasa tulisannya. Kalo boleh minjem kata2 dr Mz Mahfudin, kahuripan itu kereta kere, tapi insya4JJI dari sini akan terlahir para kalifah2 yang siap berjihad!!
    Keep on writing, motivating, and starting to improve!

    Wassalamu’alaikum.

    “Waalaikumsalam warahmatullah, iya fan, kita sama2 maniak kahuripan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s