Posted in curhat

Seminggu di Kediri

Nggak kerasa … !!!

Ya itulah hal yang pertama kali terasa sesaat setelah sampai di bandung lagi. Liburan selama seminggu (sejatinya cuma lima hari) bener-bener terasa begitu cepat sekali. Sangat kontras jika melihat liburan kampus yang luama banget (tiga bulan – red). Apa mau dikata, begitulah kebijakan asrama. Aku sering berkata, hidup ini adalah pilihan dan setiap pilihan pasti ada resikonya. Dan inilah resiko yang harus aku terima dari komitmenku terhadap asrama ini. Di luar keputusan apakah aku akan bertahan atau tidak pada tahun kedua di asrama ini, aku harus tetap mengutamakan setiap kegiatan asrama di atas kegiatan lain sampai detik terakhir aku menginjakkan kaki di asrama.

Lalu apa saja yang aku lakukan di Kediri ? Sedikit. Yang pasti adalah menjalin silaturahmi dengan keluarga. Pengennya sih sampek keluarga besar di Pare tapi ya apa boleh buat, waktu seminggu hanya untuk keluarga di rumah aja. Lalu ada agenda silaturahmi yang belum terlaksanakan, janji mengunjungi dua teman terpaksa harus di-cancel dulu. Maaf ya teman, kirain dulu aku bakalan lama di kediri, ternyata cuma diizinkan seminggu (itu pun dengan perjuangan keras). Lalu acara reuni SMP juga terpaksa nggak bisa datang (wah padahal dah kangen berat nih sama teman2 SMP). Satu lagi yang dibatalkan adalah agenda dakwah di smada, disuruh ngisi kajian (wah…ngguaya) tapi terpaksa nggak bisa, afwan banget untuk akh agung yang udah ngundang. Maybe next time.

Hari kedua, aku berada di malang, menjenguk salah satu keluarga. Ternyata setelah selama satu semester tidak melewati kandangan dan pujon, kemampuan mengendarai sepeda motorku disana belum habis. Sementara itu selama tiga hari di dua malam aku berada di hutan berwaduk. Lho ? ngapain ? Agenda utama liburan, CAMPS, sesuatu yang udah dirancang dengan teman-teman jauh-jauh hari ini memang acara yang tidak boleh dilewatkan. Membentuk generasi penerus yang lebih baik. Camps adalah ajang pengkaderan pramuka smada yang dilaksanakan tiap tahun. Mengenai camps akan dijelaskan di kemudian hari.

Dan akhirnya selesai sudah petualanganku selama seminggu di kediri. Padat memang, sehingga aku merasa waktu untuk keluarga sangatlah kurang. Nggak apa-apa. Sebentar lagi kan bulan ramadhan. Udah deh, puas-puasin aja ntar kumpul sama keluarga (itu jika Allah SWT masih mengizinkan aku untuk berkumpul bersama keluarga).

Satu lagi, yaitu mengenai perjalanan pulang kampungku kali ini. Tetap seperti biasanya, naik kahuripan. Tapi kali ini ada yang berbeda, selama perjalanan pulang pergi, baru kali ini aku memanfaatkan jasa calo (parah bener). Waktu perjalanan ke kediri, bangku duduk di loket habis, tinggal ada di calo. Ya terpaksa, beli di calo dengan tambahan uang lima ribu (total jendral harga tiket di calo 43 ribu). Daripada kaki gempor, berdiri terus selama 18 jam perjalanan mending bayar lebih (btw, ini termasuk korupsi gk ya). Di perjalanan pulang ke Bandung pun seperti itu, jatah satu gerbong untuk kediri ternyata habis, sore itu banyak banget yang melakukan perjalanan menggunakan kahuripan. Alhasil, saya kehabisan tiket duduk lagi, tapi kini nggak ada calo (bangga karena stasiun kediri bebas calo coy). Strategi pun dilancarkan, tempat duduk restorasi diincar. Dan ternyata memang benar, sedikit yang berpikir akan menggunakan tempat duduk di restorasi, aku jadi orang kedua. Namun kini bayarnya lebih besar lagi coy, tambah 10 ribu (gawat nggak tuh, korupsi dua kali lipat dibanding waktu berangkat). Lagi-lagi daripada kakiku nggak lurus lagi saat sampai di Bandung. Apalagi malamnya ada pra evaluasi. Ya, begitulah wajah transportasi Indonesia dan wajah orang Indonesia kebanyakan yang bermental tempe seperti aku.

Oh liburan  yang benar-benar pendek.

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

2 thoughts on “Seminggu di Kediri

  1. iya tuh..
    tempat duduk di restorasi merupakan alternatif yg jarang banget di gunakan oleh kebanyakan orang..
    tapi biasanya sih klo aku langsung gelar kertas koran deh… cari tempat yg enak buat selonjor kaki..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s