Posted in resensi buku

Ketika Cinta Bertasbih

 

Wahhh ini dia yang ditunggu-tunggu. Akhirnya datang juga, Suatu karya dari Habiburrahman El-Shirazy (penulis novel yang karyanya mulai melejit lewat Ayat-Ayat Cinta – AAC) bisa dinikmati oleh pembaca setia novel-novelnya. Novel baru itu beliau beri judul :

KETIKA CINTA BERTASBIH

Untuk selanjutnya akan kita singkat dengan KCB. Sebuah novel dwilogi pembangun jiwa, begitu embel-embel yang kang abik berikan pada sampul depan di novel ini. Dan memang secara keseluruhan dari saya sendiri merasa setiap membaca karya-karya kang abik, terdapat sebuah pandangan baru (entah itu sebuah enlightment atau memang hanya tersihir secara sesaat).

 

Hampir sama dengan AAC, novel ini mengambil latar belakang mesir dengan Al-Azhar sebagai settingnya. Beberapa tokohnya pun masih merupakan mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia, pokoknya AAC banget dech. Kalau di AAC terdapat nama Fahri, maka di KCB ini terdapat karakter yang tidak kalah keren, yaitu Khoirul Azzam atau yg biasa dipanggil azzam atau irul. Kalau di AAC terdapat nama Aisha yang katanya (katanya lho…) cuantik buanget, maka di KCB ini ada nama Anna Althafunnisa (yang kata salah satu ustadz sih artinya wanita sewanita-wanitanya – nggak begitu akurat sih).

Novel ini dibagi menjadi 2 seri (namanya juga dwilogi mas, kalo cuma satu namanya ekologi – terjemahan goblok-goblok’an). Untuk buku seri pertama setting dilakukan di Mesir, terutama di lingkungan Al-Azhar, Kairo dan sedikit di Alexandria, sedangkan pada seri kedua, semuanya mengambil setting di Indonesia (terutama di daerah Surakarta dan Klaten, Jawa Tengah).

Novel Ini menceritakan mengenai perjalanan cinta sang tokoh utama dan tokoh-tokoh sampingannya (maka dari itu dinamakan “Ketika Cinta Bertasbih”), namun berbeda dengan AAC, novel ini terkesan lebih rame, karena lebih anyak tokoh yang dimunculkan konfliknya, mulai dari permasalahan Azzam, teman sekosnya, lalu permasalahan furqon dan anna, permasalahan keluarga azzam, tetangga-tetangganya, dan lain-lain. Memang sih dengan semakin banyaknya tokoh dalam novel ini semakin membuat rame ceritanya, namun efek sampingnya adalah di awal-awal  membaca, pembaca menjadi sedikit bingung mengingat-ingat nama-nama yang begitu banyak (ini tadi siapa siapa ya –> mungkin seperti itu pertanyaannya).

Beberapa hal yang patut dicermati dari novel ini adalah:

  • Membuka cakrawala pengetahuan kita mengenai dunia mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia (di KCB1) serta kehidupan pesantren tradisional (di KCB2).
  • Membuka paradigma berpikir kita mengenai jodoh (dalam konteks hubungan ikhwan dan akhwat yang mau nikah hehehe…), misalnya: kalo cari akhwat yg perfect kayak Anna hehehe…becanda…eh nggak ding…kl ada jg gpp…saya ikhlas…nrimo…asal mau…
  • Nah kalo ini bener, penciptaan karakter yang menurut saya “membumi” seperti Azzam, sedikit banyak “memberi harapan” pada kita untuk bisa mengikuti. Bila dibandingkan dengan Fahri di ACC yang cukup melangit, karakter Azzam kayaknya lebih bisa diraih(walaupun masih jauh juga bagi saia)
  • Menumbuhkan pemahaman mengenai Islam yang bener-bener Indah ajarannya, komprehensif, moderat dan tidak memberatkan.
  • Mengajak kita untuk cepet-cepet nikah (halah…nggak juga kok…malah setelah baca ini sayajd gk terlalu mikir jodoh…capek)

Ya mungkin itulah …

Di lain kesempatan akan saya kasih sedikit “spoiler” mengenai cerita-cerita yang ada di Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, serta mungkin akan saya bandingkan antara AAC dengan KCB …

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

8 thoughts on “Ketika Cinta Bertasbih

  1. Hikmah yang ane ambil:

    Novel ini membuat kita lebih memaknai cinta. Cinta itu motivasi terbesar untuk melakukan sesuatu. Cinta itu membuat segala sesuatu lebih bermakna.

    Satu lagi, lebih membuat teguh bahwa kualitas agama ketika memilih itu memang harus paling menjadi prioritas. Dan membuat lebih tenang.🙂

  2. wah saya belum baca tuh, walaupun yang ayat2 cinta udah khatam 3 kali. Belum sempat beli bukunya. Semoga dapat rejeki untuk membeli, amiin, atau ada yang mau minjemin. hehehe

  3. @ kang aji
    Bener skali kang, novel ini membuat ana memperlebar paradigma mngenai cinta

    @ariel
    ikhlas kok …
    makasih jg udah sempet comment disini …

    @yanworks
    wah, saya jg minjem kok mas … gk ada duit buat beli sih …
    hehehe … ya semoga diberi kelancaran rezeki …

    @Aldy
    waduh, saya gk ada link-nya mas, belum ada y mbajak kali😀
    dan smoga aja gk dibajak, produk lokal soalnya …
    biar produk2 asing aja yg dbajak … hehehe …

  4. wahhhh…
    jdii pengenn cpet2 nntn dehh..
    tp tgl 8 ny kami us..
    heheheh

    smua do’akan us.ny lancar y,, jdi abiss us bisa lngsung nntn kcb..

    hihihii

    saya pinjem novel jg ma tmen,, cuzz kagak ad duit bwt beli novelny..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s