Posted in curhat, Elektro

KP @ Inti

Langsung aja, akan saya ceritakan kronologis kejadian KP yg saya alami beberapa waktu terakhir ini.

Saya sedivisi dengan Tribagja ditempatkan di divisi JTS (Jaringan Telepon Selular). Sesuai namanya, divisi ini bertugas untuk mengerjakan proyek yang berkaitan dengan jaringan selular. Salah satunya adalah pemasangan indoor GSM (akan diceritakan kemudian). Kami berdua mulai ber-KP ria hampir tepat seminggu sebelum tulisan ini diterbitkan (18/06/08).

Minggu pertama kali lalui dengan lebih banyak sosialisasi dengan para karyawan yg ada di situ. Sungguh saya sangat terkesan dengan para karyawan yang ramah2 serta baik2 sama kami berdua khas supis (sunda pisan) euy. Kenapa saya bilang ramah ?

  1. Pembimbing kami, Bapak Edi. Saat hari pertama, beliau bilang ke kami kalo dia minta ke teman2nya : “Kalo ada yg KP disini tolong dibantu sebisa mungkin, karena banyak membantu inilah rezeki kita lancar mengalir, banyak proyek yg datang ke kita.” Langsung saya mendapat pelajaran pertama pada hari itu.
  2. Bapak Sholihat, bagian TestCom, pada hari pertama langsung menunjukkan pada kami alat-alat yg digunakan dalam pemasangan indoor GSM serta fungsi-fungsinya. Lalu pada hari kedua, saya meminjam dulu bangku beliau sebelum beliau datang. Ketika beliau datang kemudian saya beranjak pergi utk. mencari bangku lain eh … beliaunya malah bilang “Gk apa2, disini mah bebas, pake aja bangku saya.”
  3. Bapak Rudi. Bapak ini datangnya biasanya paling pagi. Bapak ini yg saya temui pertama kali di tempat KP. Begitu saya datang langsung diajak ngobrol. Setelah agak lama ngobrol keluar pertanyaan yg sering bgt ditujukan orang ke saya, “Jowone ngendi mas???” tanpa bertanya-tanya dulu apakah saya orang jawa atau bukan. Rupanya bapak Rudi pernah di Kediri lama, kl gk salah 2 bulan buat masang BTS.
  4. Bapak Unang, bagian lapangan. Sejak pertama bertemu dengan beliau langsung terkesan karena beliau mengajak salaman dengan cara yg beliau sebut cara komando. Salaman yg biasa dilakukan oleh orang2 yg sudah akrab (salaman biasa lalu ditambah salaman dengan dengan tanga dikepal). Selama di lapangan beliau yg setia membantu kami. Sama seperti Pak Rudi, beliau jg menanyakan hal yg sama terhadap saya “Jowone ngendi???” dan ternyata juga, beliau pernah lama di Kediri buat masang BTS (mungkin bareng sama Pak Rudi)
  5. Bapak-bapak yg lain yg saya belum sempat kenalan karena jarang berada di kantor (mungkin karena orang lapangan). Tapi mereka semua ramah2 terlihat dari jabatan tangan yg mereka berikan pada kami.
  6. Teteh-teteh yg sempat menawarkan gorengan ke saya, bagja gk ditawarin, hehe …, emang pas waktu itu adanya cuma saya. Sayang bgt, belum sempat kenalan euy ..

Suasana di tempat kerja sangat akrab, walaupun serius namun jauh dari kesan tegang. Selalu saja ada becandaan yg keluar dari orang-orang disana. Pak Edi dipanggil abah oleh orang-orang sana, sedangkan Pak Sholihat dipanggil Uwak, menunjukkan bahwa mereka sudah seperti keluarga … hiks … hiks … jadi terharu. Setiap datang kerja, setiap orang selalu menyalami orang yg lain, teteh2 yg masih muda bahkan mencium tangan bapak2 yg senior, kayak di kampung saya banget. Jadi pengen pulang … eits … 2 bulan lagi, sabarrr.

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s