Posted in Uncategorized

Meramal Kemungkinan Koalisi

Dari hasil Quick Count beberapa lembaga survey, semuanya sepakat
bahwa Partai Demokrat memenangi pemilihan umum legislatif 2009 dengan
raihan suara yang cukup jauh dengan dua pesaing terdekatnya, PDI-P dan
Golkar. Gonjang-ganjing tentang pemilu legislatif pun usai sudah.
KOnsentrasi partai politik kini beralih pada bagaimana membangun
koalisi untuk menghadapi pemilihan presiden. Jelas partai demokrat mempunyai bargaining position yang kuat dengan pencapain yang hampir 20% (beberapa lembaga survey bahkan menempatkan demokrat dengan angka lebih dari 20%). Ada dua pertanyaan kunci :

  • Dengan siapakah demokrat akan berkoalisi?
  • Siapa-siapa saja lawan yang akan berani ‘menantang’ demokrat?

Beberapa partai yang potensial merapat ke demokrat adalah :
Golkar, PKS, PAN, PKB, PBB, dan partai-partai kecil lain non-koalisi
pembaruan pimpinan Rizal Ramli.

Sedangkan partai yang agaknya non-demokrat adalah : PDI-P, Hanura, Gerindra dan partai-partai kecil koalisi pembaruan.

Penggolongan ini saya dasarkan pada sikap dari beberapa pimpinan partai-partai tersebut menjelang pemilu. Golkar dan PKS saya katakan agak kurang jelas bagaimana mengambil sikap (bahkan terkesan plin-plan), namun melihat gelagat keduanya melihat hasil pemilihan legislatif, agaknya mereka akan mengambil langkah mendekati SBY. Sedangkan PDI-P, Hanura, Gerindra dan poros Rizal Ramli sangat jelas terlihat bahwa mereka resist terhadap pemerintahan sekarang. Partai-partai lain yang kurang jelas akan melihat yang mana yang menguntungkan bagi mereka. Jelas disini demokrat merupakan pilihan yang paling tepat.

Menurut saya, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi pada pemilu presiden yang akan datang :
1. Akan ada dua calon yang akan maju, yaitu SBY dan non-SBY. Dua calon yang akan maju itu akan didasarkan pada penggolongan koalisi yang saya sebutkan di atas, jika ini yang terjadi, maka akan lebih baik karena pemilu presiden akan berlangsung satu putaran sehingga duit rakyat bisa dihemat.
2. Akan ada tiga calon yang akan maju dengan calon non-SBY akan terbagi menjadi dua. Hal ini justru akan menguntungkan bagi SBY karena kekuatan ‘musuh’ akan terbagi.

Pertanyaan selanjutnya :
Siapakah yang akan ‘berani’ menantang SBY dalam percaturan pemilihan presiden?
1. Megawati
Sebelum pemilu legislatif, calon yang paling kuat dalam beberapa poling yang diadakan lembaga survey adalah Megawati. Terbukti dalam pemilu legislatif, kekuatan PDI-P masih bisa masuk hitungan. Namun secara logika, jika diadu satu lawan satu dengan SBY, maka akan bisa ditebak siapa pemenangnya.
2. Jusuf Kalla
Golkar dan Jusuf Kalla harus berpikir lebih rasional jika ingin meningkatkan level dengan mengusung calon presiden sendiri. Maju satu lawan satu dengan SBY atau triangle competition dengan megawati jelas bukan pilihan yang menarik bagi mereka. Level aman adalah tetap mempertahankan posisi menjadi no.2 di republik ini, baik dalam posisi di parlemen maupun di pemerintahan.
3. Prabowo, Wiranto, Rizal Ramli
Ketiga tokoh yang sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan diri menjadi calon presiden ini patut diperhitungkan karena (sama seperti SBY pada pemilu 2004) mereka berpotensi membuat gebrakan seandainya hari-hari menjelang pemilu presiden, SBY terjatuh.

Lalu siapa yang akan digandeng SBY untuk menjadi pasangannya pada pemilu presiden?
1. Jusuf Kalla
JK merupakan pilihan yang paling tepat untuk SBY jika melihat jumlah suara yang didapat Golkar dan Demokrat pada pileg. Gabungan partai urutan 1 dan 2 akan menjadi kekuatan yang sempurna apalagi disokong oleh partai-partai menengah yang lain. Permasalahannya adalah apakah golkar mau jadi no.2 lagi.
2. Hidayat Nurwahid atau Tifatul Sembiring
Jika Golkar tetap ‘nekad’ mengajukan presiden sendiri, maka PKS adalah pilihan kedua terbaik. Selain karena peringkat keempat yang didapat dalam pileg kemaren, PKS juga terkenal karena militansi kader-kadernya yang bisa membalikkan segala ramalan. Lalu Hidayat Nurwahid atau Tifatul Sembiring? Hidayat lebih unggul dalam popularitas dan pengalaman namun Tifatul unggul dalam karakter, silakan pilih sendiri.
3. Andi Malarangeng atau Anas Urbaningrum
Yang ini mungkin jika  Demokrat adalah partai yang irrasional, namun kemungkinan hal tersebut terjadi sangatlah kecil. Alasannya adalah jika wakil dari demokrat diambil dari internal partai, maka partai lain akan memilih menjadi oposisi, hal ini tidak akan menguntungkan untuk pemerintahan

Maka saya menyimpulkan ada beberapa kemungkinan pasangan yang akan bertarung dalam pemilihan presiden nantinya :
Kemungkinan pertama :
Sby – JK, Mega – Prabowo/Wiranto
Kemungkinan kedua :
Sby – Hidayat, Mega – Suryadarma, JK – Prabowo/Wiranto

That’s All…
Tulisan ini cuma pengen ngrame2in pemilu aja, gk ada niat untuk menguntungkan atau merugikan pihak-pihak tertentu.

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

2 thoughts on “Meramal Kemungkinan Koalisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s