Posted in Uncategorized

Antara aku, antena dan caleg

Jumat, 17 april 2009

Kuis 4 antena, harus lebih sukses daripada kuis-kuis sebelumnya yang sangat amburadul, kalo pengen antena lulus semester ini.

Awalnya
pas liat soalnya, bahagia dan optimis bisa ngerjain dan menjanjikan
harapan baru bagi kelulusan antena yang ujung2nya kelulusan kuliah,
paling nggak di 3 soal hitungannya yang menghabiskan poin 4.5 dari poin total 10.

Soal
udah selesai dikerjain, waktu masih ada 15 menitan lagi, gk ada kerjaan
tapi pura2 mikir beberapa soal yang sebenarnya udah giving up.
Tiba-tiba sang dosen berkata,”Perhatikan instruksinya baik-baik.”Baru
tau kalo ada instruksi di atas yang menyatakan maksimal angka penting
berjumlah 4. Langsung saja saya ganti hasil hitungan saya yang udah
terbiasa membulatkan angka sampai 2 angka di belakang koma. NAH..justru
di sinilah kebodohan saya dimulai, 3 soal bernilai 4.5 itu pun langsung
saya konversi dengan sekejap menjadi bernilai NOL. Dahsyat boui…

4 angka penting mas, bukan 4 angka di belakang koma…huehuehue…itu mah pelajaran klas 1 SMP…kumaha atuh kang…

Langsung
saja pikiran saya berandai-andai…andaikan sang dosen gk
memperingatkan mahasiswanya…andaikan teman yang mengoreksi pekerjaan
saya mau berbaik hati mencoret beberapa angka di belakang koma sehingga
ketololan saya tersebut bisa terobati…dan andaikan-andaikan yang
lain…

Astaghfirullah…

“Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu.
Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa
sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku
dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi
katakanlah, ‘QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala, Alloh telah
mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya’. Karena perkataan
seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.”
(HR. Muslim)

Betapa kufur nikmatnya hambamu ini ya Allah…

Pikiran
saya kemudian melayang-layang pada korban situgintung yang kehilangan
satu keluarganya sekalian, belum korban agresi israel di gaza yang
tidak hanya kehilang keluarganya, bahkan sampai seluruh tetangganya.

Mungkin memang ini yang terbaik yang diberikan Allah pada saya, bukankah kita harus selalu berkhuznudzon pada Allah swt?semoga ini bisa membentuk saya menjadi pribadi yang teliti…

Lalu apa hubungannya dengan caleg?

Saya mulai mengambil benang merah antara kejadian yang baru saja saya alami dengan berita akhir2 ini tentang banyaknya caleg yang stress karena gagal dalam pemilu kemaren, bahkan sampai ada yang mati bunuh diri…naudzubillahimindzalik…

Kegagalan dalam berserah diri pada Allah SWT,dalam mengikhlaskan setiap ketetapan-ketetapannya…mungkin itu yang kurang dari caleg2 tersebut.Bahkan boleh jadi caleg yang berhasil ke senayan juga kurang paham akan hal tersebut yang mengakibatkan mereka tidak amanah dalam mengemban tugas sebagai wakil rakyat…wallahua’lam…

Mengutip pernyataan ustadz Yusuf Mansyur:

“Sekarang saya sedang menikmati qada dan qadar yang Allah tetapkan”

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

7 thoughts on “Antara aku, antena dan caleg

  1. @ angga & albaz: sesama antenamania harus rukun..hehe..
    @ kang sukma : alhamdulilllah lulus kang..wa fiik barakallah..
    @ luhur : hehe..emang kadang2 ajaib kata2 yg keluar dari ustadz yusuf..
    @ nana : aamiin..insyaallah😀
    @ maifi : w3..salam kenal juga bang..sukron udh silaturahim ke blog ini..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s