Posted in renungan

Kata “Tipu Muslihat/Tipu Daya” dalam Al-Qur’an

Ramadhan 1430 Hijriyah, Hari ke dua puluh

Malam nanti adalah awal mula masuknya sepuluh hari terakhir ramadhan, dalam sebuah hadits :

Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. ”
(HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).

Begitulah, di hari terakhir sebelum memasuki 10 hari terakhir ini saya tiba2 teringat sebuah statemen dari seorang teman bahwa saya telah melakukan tipu muslihat terhdap beliau. Saya ingin mengetahui seberapa buruknya seseorang yang telah melakukan tipu muslihat/tipu daya yg tercantum dalam ayat-ayat di Al-Qur’an, saya search di Al-Qur’an digital teman saya, saya menemukan beberapa (total ada 39 ayat), diantaranya :

  1. [3:54] Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 54)
  2. [3:120] Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 120)
  3. [4:76] Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (AN NISAA’ (WANITA) ayat 76)
  4. [6:123] Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 123)
  5. [6:124] Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 124)
  6. [37:98] Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina {1282}. (ASH SHAAFFAAT (YANG BER SHAF-SHAF) ayat 98)

Dapat disimpulkan bahwa  yang melakukan tipu muslihat adalah setan,orang2 kafir, munafik, penjahat.

Kemudian saya berpikiran untuk bertanya lagi kepada teman saya tersebut, apakah masih berpikiran saya melakukan tipu muslihat kepadanya, tidak ada jawaban. Biarlah saya yang menyimpulkan sendiri. Jawabannya “Ya”.

Apakah berarti ini saya termasuk salah satu dari golongan setan, orang munafik, orang kafir dan penjahat.ASTAHFIRULLAH….

Ya Allah, aku datang kepada-Mu untuk membersihkan diriku pada sepuluh hari terakhir ramadhan tahun ini. Jangan kau golongkan aku pada makhluk2 yg suka membuat muslihat dan jauhkanlah aku dari fitnah dunia yang keji…

Amiin ya Robbal Alamiin…

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

2 thoughts on “Kata “Tipu Muslihat/Tipu Daya” dalam Al-Qur’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s