Posted in Uncategorized

Malas di Bulan Ramadhan? No Way

Banyak orang yang menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Banyak sekali orang yang terjebak dengan sebuah hadits dhoif.

Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah.

Memang benar dan masuk akal bahwa lebih baik tidur daripada melakukan maksiat, namun bukankah akan jauh lebih baik lagi jika kita giat beramal dan belajar.

Di Indonesia, bahkan di dunia, sudah sangat dipahami bahwa bulan Ramadhan adalah bulannya umat muslim dimana perhatian warga dunia terhadap Islam akan jauh lebih besar pada bulan ini dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Jika kita menampakkan mental pemalas, tidak produktif dalam bulan Ramadhan, maka kata orang pajak “Apa kata dunia”. Ya, di bulan inilah waktu kita untuk menunjukkan pada dunia bahwa ini Islam, indah dengan syariat-syariatnya, berprestasi dengan sunnah-sunnah Rasulnya.

Apakah Rasulullah mencontohkan tentang berprestasi di bulan Ramadhan? Jawabnya adalah Ya, sebuah prestasi gemilang yang menjadi pintu gerbang bagi disebarluaskannya dakwah Islam di seantero dunia. Peristiwa Fathul Makkah (penaklukan Kota Mekah) terjadi di Bulan Ramadhan. Masih kurang contohnya? Perang Badar yang terjadi pada tahun kedua hijrah dimana pasukan muslimin dengan jumlah yang sangat sedikit mampu mengalahkan pasukan musyrikin dengan jumlah yang jauh lebih besar. Padahal pada tahun itu adalah tahun pertama perintah puasa diwajibkan bagi kaum muslimin.

So, kalau kita mengaku pengikut setia Rasulullah SAW dan risalah yang dibawanya, masih adakah kata malas di kamus kita di Bulan Ramadhan ini?

Lalu apa yang bisa kita lakukan di Bulan Ramadhan ini?

Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ashr 2-3)

Di Bulan Ramadhan ini dimana banyak orang yang memaknai puasa hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Seringkali dilupakan bahwa puasa juga menahan diri dari perbuatan tercela lainnya seperti marah,menggunjing,berghibah (walau sebenarnya di luar bulan ramadhan pun harus ditinggalkan). Namun Rasulullah mengindikasikan secara khusus perbuatan-perbuatan itu pada hadits beliau.

Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga? (Ibnu Majah)

Di sinilah ladang pahala kita untuk saling mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga namun juga menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan pahala puasa. Gampangnya, kalo ada orang yang marah-marah, berghibbah, atau melakukan perbuatan sia-sia tinggal bilang aja “Eh, ini kan bulan puasa coy,gak boleh marah lho”. Sederhana memang namun insyaAllah mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

Belajar Agama

Subhanallah. Ramadhan memang membawa berkah tersendiri dimana semakin banyak majelis-majelis ilmu yan dibuka. Di internet, di tivi, masjid, dimana-mana bahkan di berbagai kantor dan sekolah sudah ada kegiatan-kegiatan Targhib Ramadhan sejak sebelum masuk ke bulan penuh rahmat ini. Nikmat banyaknya majelis ilmu ini akan sangat jarang kita temui di luar bulan Ramadhan, maka alangkah baiknya kita manfaatkan keberkahan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Lalu apa urgensi kita mencari ilmu agama? Bukankah kita sudah mendapatkannya sejak SD sampai SMA bahkan sejak kita kecil sudah dididik agama oleh orang tua kita.

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS Lukman 27)

Ilmu Allah itu sangat luas dan banyak, maka tidak ada alasan bagi kita untuk mengklaim bahwa kita sudah cakap dalam ilmu agama dan tidak perlu mencari ilmu lagi. Mencari ilmu adalah sepanjang usia yang dianugrahkan kepada kita.

Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat.(QS Mujadillah 11)

Author:

Hanya seseorang ... Yang selalu berharap ... Untuk bisa terus memperbaiki diri ... Memperbaiki orang lain ... dan memperbaiki bangsa ini ...

3 thoughts on “Malas di Bulan Ramadhan? No Way

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s