Posted in curhat

Surah An-Nazi’at

Pagi itu suasana mendung menyelimuti kalbuku …

Pusing memikirkan Tugas akhir yang nggak jelas …

Iseng2 mutar MP3 sambil mendinginkan kepala sekalian ngapalin lagi sepuluh surat2 pendek pertama juz 30 …

Ternyata memang bener2 bisa membuat kepala menjadi lebih rileks …

Sampai di pertengahan surat An-Nazi’at yang apal sebagian … gk tau apa sebabnya tiba-tiba saya nangis tersedu-sedu, padahal saat itu sedang rileks dan nangisnya pun langsung banjir tanpa becek dulu … Hal ini tidak dapat saya hentikan walaupun surat itu telah habis diputar dan berganti surat lain … saat itu juga saya langsung teringat oleh dosa-dosa yang telah saya lakukan … langsung saya mengambil Al-Qur’an terjemahan dan melihat arti dari surat An-Nazi’at …

Begitu saya baca baris pertama yang merupakan arti dari ayat pertama, tangis saya langsung menjadi-jadi …

“Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras”

Subhanallah … Astaghfirullah …

Posted in curhat, Elektro

KP @ Inti Cab. Hasan Sadikin

Hah ??? Emang ada ???

Seminggu setelah awal mula kami KP di INTI, tepatnya senin kemaren (16/06/08), kami (saya dan bagja) diajak utk. terjun langsung ke lapangan. Bukan lapangan dimana ada tower-tower BTS yg ditempatkan di tengah-tengah padang ilalang yg utk. menempuhnya dperlukan waktu berjam-jam pake mobil jeep dimana pemandangan begitu indah kiri-kanan sawah sejauh mata memandang terhampar langit biru seperti yg anda bayangkan. Lapangan yg saya maksud adalah RSHS, yup … Rumah Sakit Hasan Sadikin. Kebetulan disana PT.INTI mendapat proyek dari Telkomsel utk. memasang indoor GSM di RSHS.

Indoor GSM ini diperlukan untuk memperkuat sinyal GSM di dalam gedung. Awalnya, pihak RSHS meminta Telkomsel utk. memperbaiki sinyal yg. sering putus di dalam gedung. Lalu Telkomsel meminta PT.INTI selaku kontraktor utk.memasang GSM indoor di RSHS. Biaya pemasangan seluruhnya ditanggung oleh Telkomsel. So, buat HME kalo mau complain sinyal jelek ke Telkomsel mungkin bisa aja dipasangin indoor GSM gratis.
Di RSHS, kami tambah kenalan baru lagi, namanya Bu Niken, karyawan Telkomsel. Beliau yg bertanggung jawab dalam hal pemasangan indoor GSM di RSHS. Selama 2 hari, senin dan rabu, kami berempat (saya, bagja, b.niken dan p.unang) memeriksa setiap indoor GSM yg terpasang di atap gedung-gedung RSHS. Kami memeriksa setiap level sinyal dari antenna indoor yg bisa ditangkap oleh handphone. Capek juga sih sebenernya, tapi ya inilah mungkin gambaran kerja nanti.

Di RSHS, kami mendapatkan akses khusus ke tempat2 yg tidak mungkin dijangkau oleh orang2 luar seperti tempat pengelolaan gizi makanan, tempat kuliah anak FK.Unpad (huhuhu…), ruang penelitian dokter, tempat2 aneh macam patologi, anestesi, ortopaedi, dlldlldll. Banyak orang yg. kami temui, mulai dari nenek tua yg lagi dibopong oleh anaknya (mungkin), ibu yg mengelus2 anaknya yg masih balita, calon2 dokter (co-ass) yg dimarah-marahi sama dokter senior, lalu ada suster2 yg … (gk ah, ntar jadi membangkitkan fantasi yg aneh2).

Makan siang m3njadi favourite time bagi saya, selain ditraktir (hehe…) jga terjalin keakraban antara perbincangan-perbincangan kami. Pak Unang dan Bu Niken dengan semangat menceritakan pengalaman-pengalaman mereka lalu memberi kami nasehat untuk paska kampus kami “ntar kl udah lulus, kerja disini, trus setelah beberapa tahun pindah kesini, dlldll.”

Hari ini ada satu peristiwa yg memberikan makna pada hidup saya. Saat itu kami berlima (plus satu petugas rumah sakit), sedang memeriksa salah satu antenna di sebuah lorong RSHS di dekat kamar-kamar pasien, kebetulan siang itu lorongnya agak gelap (ntah apa cuma perasaan saya saja). Ketika sedang serius-seriusnya melakukan pengukuran tiba-tiba dari kamar sebelah terdengar teriakan :

Ampuuuuuuuunnnnnnn …….. Guuusssssssstiiiiiiiii ………. Saaaaaaakiiiiiiittttttt …………..

(jantung saya) Deg …

Salah besar jika anda mengira bahwa sedang ada take salah satu adegan sinetron “hidayah”. Rupanya ada salah seorang pasien yg kesakitan, ntah karena efek pengobatan atau memang karena penyakitnya.

atau mungkin … sakaratul maut …

Hari ini saya sangat bersyukur telah mendapatkan pelajaran yg sangat berharga …

tentang kesehatan …

tentang rasa sakit …

dan tentang … kematian …

Posted in curhat, Elektro

KP @ Inti

Langsung aja, akan saya ceritakan kronologis kejadian KP yg saya alami beberapa waktu terakhir ini.

Saya sedivisi dengan Tribagja ditempatkan di divisi JTS (Jaringan Telepon Selular). Sesuai namanya, divisi ini bertugas untuk mengerjakan proyek yang berkaitan dengan jaringan selular. Salah satunya adalah pemasangan indoor GSM (akan diceritakan kemudian). Kami berdua mulai ber-KP ria hampir tepat seminggu sebelum tulisan ini diterbitkan (18/06/08).

Minggu pertama kali lalui dengan lebih banyak sosialisasi dengan para karyawan yg ada di situ. Sungguh saya sangat terkesan dengan para karyawan yang ramah2 serta baik2 sama kami berdua khas supis (sunda pisan) euy. Kenapa saya bilang ramah ?

  1. Pembimbing kami, Bapak Edi. Saat hari pertama, beliau bilang ke kami kalo dia minta ke teman2nya : “Kalo ada yg KP disini tolong dibantu sebisa mungkin, karena banyak membantu inilah rezeki kita lancar mengalir, banyak proyek yg datang ke kita.” Langsung saya mendapat pelajaran pertama pada hari itu.
  2. Bapak Sholihat, bagian TestCom, pada hari pertama langsung menunjukkan pada kami alat-alat yg digunakan dalam pemasangan indoor GSM serta fungsi-fungsinya. Lalu pada hari kedua, saya meminjam dulu bangku beliau sebelum beliau datang. Ketika beliau datang kemudian saya beranjak pergi utk. mencari bangku lain eh … beliaunya malah bilang “Gk apa2, disini mah bebas, pake aja bangku saya.”
  3. Bapak Rudi. Bapak ini datangnya biasanya paling pagi. Bapak ini yg saya temui pertama kali di tempat KP. Begitu saya datang langsung diajak ngobrol. Setelah agak lama ngobrol keluar pertanyaan yg sering bgt ditujukan orang ke saya, “Jowone ngendi mas???” tanpa bertanya-tanya dulu apakah saya orang jawa atau bukan. Rupanya bapak Rudi pernah di Kediri lama, kl gk salah 2 bulan buat masang BTS.
  4. Bapak Unang, bagian lapangan. Sejak pertama bertemu dengan beliau langsung terkesan karena beliau mengajak salaman dengan cara yg beliau sebut cara komando. Salaman yg biasa dilakukan oleh orang2 yg sudah akrab (salaman biasa lalu ditambah salaman dengan dengan tanga dikepal). Selama di lapangan beliau yg setia membantu kami. Sama seperti Pak Rudi, beliau jg menanyakan hal yg sama terhadap saya “Jowone ngendi???” dan ternyata juga, beliau pernah lama di Kediri buat masang BTS (mungkin bareng sama Pak Rudi)
  5. Bapak-bapak yg lain yg saya belum sempat kenalan karena jarang berada di kantor (mungkin karena orang lapangan). Tapi mereka semua ramah2 terlihat dari jabatan tangan yg mereka berikan pada kami.
  6. Teteh-teteh yg sempat menawarkan gorengan ke saya, bagja gk ditawarin, hehe …, emang pas waktu itu adanya cuma saya. Sayang bgt, belum sempat kenalan euy ..

Suasana di tempat kerja sangat akrab, walaupun serius namun jauh dari kesan tegang. Selalu saja ada becandaan yg keluar dari orang-orang disana. Pak Edi dipanggil abah oleh orang-orang sana, sedangkan Pak Sholihat dipanggil Uwak, menunjukkan bahwa mereka sudah seperti keluarga … hiks … hiks … jadi terharu. Setiap datang kerja, setiap orang selalu menyalami orang yg lain, teteh2 yg masih muda bahkan mencium tangan bapak2 yg senior, kayak di kampung saya banget. Jadi pengen pulang … eits … 2 bulan lagi, sabarrr.

Posted in curhat

SKAL 2008 (2)

Lanjut neh …

SKAL 2008 kemaren, SKAL terakhir sebelum menjadi swasta di Aldsmada, menghadirkan obyek baru dalam sejarah SKAL. Apakah itu ? Nantikan.

Sekarang mw nyritain kronologis (walah, kayak kejadian kriminal aja) SKAL kemaren yg sempet saya ikuti, dengan estimasi waktu yg dibuat semirip mungkin.

  • Peserta SKAL sampai di Bandung pada pukul 05.00 (mungkin rekor kali yee). Wuaahhh, di satu sisi, ini menjadi keuntungan panitia karena potensi untuk ngaret di obyek pertama yaitu ITB bisa diminimalisir, namun disisi lain bisa merepotkan juga. Lho kok bisa? Begini ceritanya …
  • Petugas yang semula didaulat untuk melakukan penjemputan peserta SKAL adalah sebanyak 6 orang, masing-masing bis berjumlah 2 orang (satu orang mengarahkan supir bis menuju tempat penginapan,yang lain mengucapkan selamat datang dll ke peserta). Nah,,,
  • Jam 04.00 saya dan para petugas penjemput yang lain sudah ditelepon oleh jawair untuk mengabarkan bahwa bus SKAL sudah sampai nagreg. Segera kami siap-siap.
  • Jam 04.30 gantian arif yang menelepon menyuruh kami untuk segera menuju pintu tol pasteur saat itu juga. Nah lho, naik apa rip? Pokoknya ke tol pasteur saat itu juga. Akhirnya kami bertiga (saya, agung dan alfan) segera berlari cari angkot ke Pasteur. Sebenernya ada motor sih, tapi cuma satu yg bisa digunain, masak mau boncengan bertiga. Naik angkot caheum-ciroyom, kami hanya bisa naik sampai depan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
  • Jam 04.45. Depan RSHS, sial, gk ada angkot yg menuju pasteur sepagi itu. Akhirnya kami bertiga jalan kaki.
  • Jam 05.00. Sampai di depan hotel Grand Aquila (sekitar satu kilometer dari RSHS) kami menemukan sebuah fenomena yang cukup membuat kami shock. 3 buah bus dengan plat W dan tulisan masing2 A,B,C di kaca depan melintas melewati kami. Usaha yg kami lakukan dengan cara melambai-lambaikan tangan tidak membuat bus berhenti. Maklum, hari masih petang, mungkin busnya nggak bisa ngeliat.
  • Yah, walaupun usaha yg kami lakukan gagal total, paling gk kami bertiga mendapat pengalaman baru jalan kaki di kota Bandung pada pagi-pagi buta sejauh satu kilometer.
  • Jam 05.15, kami berempat (+galih) sampai di penginapan dengan menggunakan 2 buah motor, lho kok bisa ? Inilah keajaiban SKAL … hehe …
  • Di penginapan, sudah ramai dengan aktivitas menaikkan kopor ke lantai 4 dan 5. Kami berempat segera turun tangan. Sebelumnya disana sudah ada jawair, arif, udin, mas adib dan yang lain (parah bgt gw,lupa).
  • Barang beres dinaikkan, kami agak nyantai sembari merencanakan untuk kegiatan selanjutnya. Namun inilah fatalnya kami, kami tidak mengestimasi susahnya menggiring para peserta dari kamar menuju bus. Efeknya, perjalanan ke ITB yang direncanakan sudah berangkat pukul 06.45 pun akhirnya baru bisa berangkat pukul 07.15 dan ini berefek domino mulai dari kedatangan ke kokesma, kedatangan ke prodi hingga keluar dari ITB.P1070520Suasana Briefing sebelum ke ITB
  • Setelah ITB, Cihampelas … sayang aq cuma nganterin doang, abis itu nyiapin makrab … gimana makrabnya ??? sabar …
Posted in curhat, prestasi

Prestasi Pertama … Alhamdulillah

Alhamdulillah …

Hanya itu yang mampu saya ucapkan ketika prestasi itu akhirnya datang.

Ya … akhirnya telur itu pecah juga (quote by zaki) …

Telur bernama prestasi yang saya kejar2 selama 1,5 tahun ini, semenjak saya masuk PPSDMS, akhirnya pecah juga. Memang sih … bukan prestasi yg mencengangkan … tapi cukup membuat saya termotivasi lagi dan merasa “masih pantas” tinggal di asrama PPSDMS … memang prestasi apa sih ? Continue reading “Prestasi Pertama … Alhamdulillah”

Posted in curhat

Laptop (pinjeman) baru …

Setelah bertahun-tahun(hiperbolis bgt y) gk ngisi blog lagi, akhirnya malam ini bisa ngisi. Karena postingan kali ini agak berbeda daripada sebelumnya, maka akan ditulis mengenai hal yang membuat perbedaan tersebut.

Perbedaan itu terdapat pada mesin yang digunakan untuk menulis artikel ini. Kalo sebelumnya pake PC Intel Pentium 4 1,7 gHz, maka sekarang menggunakan Acer Aspire 4520. Dan kayaknya, mesin ini yg bakal terus digunakan untuk menulis setiap artikel di blog ini.

Acer Aspire 4520Alhamdulillah, sudah seminggu ini mendapatkan “pinjeman” dari ortu berupa si AcAs ini, dituker dengan daun berharga senilai 6 1/4 jeti, akhirnya mesin ini berpindah juragan.

Alasan pembelian mesin baru ini adalah efisiensi dan optimalisasi kerja. Dengan semakin banyaknya kegiatan, maka mobilitas pun semakin cepat dan dibutuhkan suatu alat pemroses data yang bisa dibawa kemana-mana. Pilihan AcAs ini berdasarkan rekomendasi teman yg juga memiliki laptop yang sama persis, dengan harga yg sama.

Kenapa harus AcAs? Continue reading “Laptop (pinjeman) baru …”