Posted in leadership, Peradaban, pilkada

Tentang Pak Taufikurahman

Jujur aja, postingan kali ini berhubungan dengan akan diadakannya pilkada kota Bandung. Memang sih, saya tidak memiliki hak untuk memilih di kota ini, namun bukan berarti bahwa saya tidak peduli sama sekali dengan keadaan kota yang telah saya tinggali hampir 3 tahun belakangan ini. POstingan ini salah satu buktinya.

Stiker Pak TaufikSaya mengenal Pak Taufikurahman semenjak masuk di asrama PPSDMS, kebetulan beliau menjadi ketua regional asrama tersebut. Pertama kali menjejakkan kaki di asrama PPSDMS, saya langsung disambut oleh ceramah dari beliau yang saya pikir cukup renyah dan berisi dan saya ketahui setelahnya bahwa ternyata memang begitu pembawaannya beliau. Setiap ceramah selalu disampaikan dengan tenang namun tegas.  Suatu kombinasi antara “tidak membuat orang yg mendengarkan bosan” dan “memasukkan idealisme-idealisme ke pendengar”.

Pak Taufik adalah orang yang membuat saya cukup takjub dengan realita kesederhanaan apalagi jika melihat latar belakang beliau sebagai dosen ITB. Hampir setiap minggu beliau datang ke asrama PPSDMS untuk membagi-bagi ilmunya kepada kami para penghuni asrama ini. Yang saya saluti adalah setiap datang ke asrama, beliau selalu memakai kijang “bututnya” atau memakai sepeda motor, suatu hal yg saya pikir sangat langka di kalangan dosen-dosen apalagi dosen senior.

Selain itu, Pak Taufik yang saya kenal adalah orang yang memiliki aktivitas segudang. Banyak sekali amanah yang beliau emban. Mulai dari dosen, ketua Asasi, ketua LSM Greenlife Society. Namun banyaknya amanah tersebut tidak mengurangi kepedulian beliau terhadap asrama tercinta ini. Beliau selalu menyempatkan hadir jika ada acara asrama yang memerlukan ketua regional, bahkan tak jarang beliau memberikan bantuan berupa sumbangan dana untuk acara-acara yang kami propose.

Saya pikir Pak Taufik adalah sosok yang tepat untuk memimpin Bandung. Masalah utama kota ini terletak pada perubahan drastis image kota yang sebelumnya paris van java menjadi kota yang identik dengan sampah. Sebagai dosen biologi sekaligus LSM, saya pikir Pak Taufik mampu mengembalikan fitrah Bandung sebagai Paris Van Java. Kepakaran beliau dalam bidang lingkungan diharapkan mampu memperbaiki kebobrokan-kebobrokan pemerintah sebelumnya dalam mengelola lingkungan.

Finally, semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi kota Bandung tercinta ini. Amien

Posted in leadership, Peradaban

Am I Handsome ?

Sebelumnya saya mengucapkan selamat kepada pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf (HADE) yang telah terpilih secara quick count sebagai gubernur jabar periode 2008-2013. Semoga benar-benar bisa amanah dalam mengemban amanah. Jujur, adil, rakyat sejahtera, kehidupan harmonis, panjang umur (lho???), sakinah mawaddah warahmah (lho lagi???), semoga diterima amalan-amalannya dan diampuni dosa-dosanya (janji deh, ini lho yg terakhir)

Lalu apa hubungannya dengan title di atas ? Bukannya mau mbanding-mbandingin kegantengan diri sendiri dengan kegantengan pasangan HADE, kalo itu sih jujur saya akui saya kalah kalo dibandingkan dua orang di atas. Kalah jelek maksudnya … hehe … Continue reading “Am I Handsome ?”

Posted in leadership, Peradaban

Pilkada Jabar

Minggu, 13 April 2008

That’s our last chance … itu menurut gw … paling nggak buat 5 tahun ke depan

DKI Jakarta dan Jawa Barat, di dua provinsi paling terpelajar itu PKS mempunyai massa paling banyak. Karena memang penduduk di daerah DKI dan Jabar relatif sudah mengetahui mana yang patut dipilih dan mana yang tidak. Sedangkan penduduk provinsi lain, mohon maaf, masih terbelakang dibandingkan dua provinsi itu. Termasuk provinsi asal gw, Jawa Timur.

Di dua provinsi itu, kita, eh salah ding, kalian masih mempunyai peluang untuk memenangkan pilkadanya. Sayangnya, di provinsi pertama, DKI, kalian sudah kalah duluan. Jadi harapan satu-satunya ya tinggal Jawa Barat. SO … that’s our last chance Continue reading “Pilkada Jabar”

Posted in curhat, leadership, renungan

Resolusi di Tahun Baru (2008)

Semangat baru di tahun yang baru. Yes … it is the main theme of this post. Tahun 2007 telah usai berlalu dengan berbagai catatan, entah itu catatan buruk, catatan baik ataupun catatan biasa saja. BTW, none of them meaningless, semua telah menjadi pelajaran yg sangat berarti utk menatap 2008 dan 2000-2000 yg laen.

Continue reading “Resolusi di Tahun Baru (2008)”

Posted in Elektro, leadership, Peradaban

What Indonesia Need? Engineers

    Technologies mean making something inefficient and expensive become more efficient and cheaper. Let’s see that case, before the invention of computer, there is a type machine used to make a document. Using this tool, it can’t beEngineer helped if we lost our document because type machine can’t save that document. After the invention of computer, someone not need to be afraid that he will lose his document, we can save that document in the computer machine, so we only need to print again from computer if we lose our document. Nowadays, the speed of computer’s memory become increasing rapidly and the size of that body is become smaller. It makes more efficient in time and space. Continue reading “What Indonesia Need? Engineers”

Posted in leadership, renungan

Visi dan Misi Ramadhan …

Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat, baru kemaren rasanya meninggalkan ramadhan dengan hasil yang kurang memuaskan. Kali ini aku pengen yang lain.

Kutegakkan kepalaku, kulupakan kegagalan di Ramadhan tahun lalu, kujadikan pelajaran yang paling berharga dalam hidupku. Ramadhan kali ini is my turning point. Harus benar-benar berbeda dan bermanfaat bagi hidupku dan orang lain.

Maka dari itu, untuk mewujudkan Ramadhan yang lebih baik tahun ini, maka aku mencanangkan visi dan misi ramadhanku.

Visi Ramadhan :

” Mencari dan Meraih Cinta Sejati ”

Misi Ramadhan :

  1. Aktif ikut serta dalam kegiatan syiar Ramadhan di kampus, internet, serta di lingkungan sekitar.
  2. Amalan Yaumiyah yang semakin dan semakin meningkat, tarawih minimal 25 kali, Satu juz per hari, shalat sunnah yang tidak pernah terlewatkan (rawatib, tahajjud, dhuha), berinfaq/shadaqah setiap hari, hafalan juz 30 yg semakin lancar.
  3. Peningkatan ilmu agama dan ilmu kauniyah yang signifikan. Ilmu Fiqh, hadits, sirah nabawiyah, dll
  4. Perubahan mendasar dalam paradigma hidup, menemukan esensi hidup yang sebenarnya serta mengikhlaskan semuanya hanya untuk Allah SWT.

Inilah visi dan misi Ramadhanku tahun ini. Kucanangkan dengan niat ikhlas kepada Allah SWT. Semoga Allah meridhloi setiap langkah yang kuambil dalam ramadhan kali ini dan semoga nikmat ramadhan senantiasa bisa dinikmati oleh makhluk-makhluk-Nya. Amien