Posted in renungan, Serial Ramadhan

Detik-detik itu Begitu Mendebarkan

Ibarat sepasang calon mempelai yang sedang menunggu waktu menjelang pembacaan ijab kabul, detik-detik pertemuan kami pun sangat mendebarkan. Setiap helaan nafas begitu bermakna, setiap langkah terasa slow motion, setiap tingkah laku serasa ter-capture oleh kamera yang ada dimana-mana.

Kekasih yang datang setiap tahun ini selalu saya nantikan. Ramadhan. Entahlah, setiap mendengar atau menulis kata itu, suasana syahdu datang menyerang. Slide-slide tentang hari-hari indah yang akan dilalui silih berganti bagaikan bayangan-bayangan hitam-putih, berhasil atau gagal. Harap-harap cemas menanti metamorfosa yang diharapkan akan terjadi yaitu seperti ulat yang bertapa dan berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

kupu-kupu 

Tidak ingin rasanya menyia-nyiakan waktu dengan sang kekasih dengan hal-hal sampah yang tidak berguna. Terlalu berharga setiap detik walau hanya sekedar untuk update status di facebook, tertawa terpingkal-pingkal di depan layar televisi atau bahkan untuk mengobrol hal-hal yang kurang berfaedah.

Aku ingin bermesraan dengan kekasihku secara khusyuk, menikmati setiap karunia-Nya, mensyukuri, mensabari atas semua keputusan-keputusan-Nya. Aku ingin asyik. Tapi tidak ingin asyik sendiri, aku ingin semua saudaraku di bumi ini merasakan nuansa indah ini. Selamanya, tidak hanya sebulan ini saja. Kekal. Tapi bulan ini sungguh-sungguh moment yang sangat tepat.

Marhaban Yaa Ramadhan. Marhaban Yaa Sayyidus Shuhur, Marhaban Yaa Syahrul Barakah, Marhaban Yaa Syahrul Najah, Marhaban Yaa Syahrul Juud, Marhaban Yaa Syahrul Tarbiyah, Marhaban Yaa Syahrul Rahmah…

Ana ukhibukum fillah..

Advertisements
Posted in renungan

Kata “Tipu Muslihat/Tipu Daya” dalam Al-Qur’an

Ramadhan 1430 Hijriyah, Hari ke dua puluh

Malam nanti adalah awal mula masuknya sepuluh hari terakhir ramadhan, dalam sebuah hadits :

Dari Aisyah Radiyallahu ‘anha, “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya (menjauhi wanita yaitu istri-istrinya karena ibadah, menyingsingkan badan untuk mencari Lailatul Qadar), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya. ”
(HR Bukhari 4/233 dan Muslim 1174).

Begitulah, di hari terakhir sebelum memasuki 10 hari terakhir ini saya tiba2 teringat sebuah statemen dari seorang teman bahwa saya telah melakukan tipu muslihat terhdap beliau. Saya ingin mengetahui seberapa buruknya seseorang yang telah melakukan tipu muslihat/tipu daya yg tercantum dalam ayat-ayat di Al-Qur’an, saya search di Al-Qur’an digital teman saya, saya menemukan beberapa (total ada 39 ayat), diantaranya :

  1. [3:54] Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 54)
  2. [3:120] Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 120)
  3. [4:76] Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (AN NISAA’ (WANITA) ayat 76)
  4. [6:123] Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 123)
  5. [6:124] Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya. (SURAT AL AN’AAM (Binatang ternak) ayat 124)
  6. [37:98] Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina {1282}. (ASH SHAAFFAAT (YANG BER SHAF-SHAF) ayat 98)

Dapat disimpulkan bahwa  yang melakukan tipu muslihat adalah setan,orang2 kafir, munafik, penjahat.

Kemudian saya berpikiran untuk bertanya lagi kepada teman saya tersebut, apakah masih berpikiran saya melakukan tipu muslihat kepadanya, tidak ada jawaban. Biarlah saya yang menyimpulkan sendiri. Jawabannya “Ya”.

Apakah berarti ini saya termasuk salah satu dari golongan setan, orang munafik, orang kafir dan penjahat.ASTAHFIRULLAH….

Ya Allah, aku datang kepada-Mu untuk membersihkan diriku pada sepuluh hari terakhir ramadhan tahun ini. Jangan kau golongkan aku pada makhluk2 yg suka membuat muslihat dan jauhkanlah aku dari fitnah dunia yang keji…

Amiin ya Robbal Alamiin…

Posted in curhat, leadership, renungan

Resolusi di Tahun Baru (2008)

Semangat baru di tahun yang baru. Yes … it is the main theme of this post. Tahun 2007 telah usai berlalu dengan berbagai catatan, entah itu catatan buruk, catatan baik ataupun catatan biasa saja. BTW, none of them meaningless, semua telah menjadi pelajaran yg sangat berarti utk menatap 2008 dan 2000-2000 yg laen.

Continue reading “Resolusi di Tahun Baru (2008)”

Posted in leadership, renungan

Visi dan Misi Ramadhan …

Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat, baru kemaren rasanya meninggalkan ramadhan dengan hasil yang kurang memuaskan. Kali ini aku pengen yang lain.

Kutegakkan kepalaku, kulupakan kegagalan di Ramadhan tahun lalu, kujadikan pelajaran yang paling berharga dalam hidupku. Ramadhan kali ini is my turning point. Harus benar-benar berbeda dan bermanfaat bagi hidupku dan orang lain.

Maka dari itu, untuk mewujudkan Ramadhan yang lebih baik tahun ini, maka aku mencanangkan visi dan misi ramadhanku.

Visi Ramadhan :

” Mencari dan Meraih Cinta Sejati ”

Misi Ramadhan :

  1. Aktif ikut serta dalam kegiatan syiar Ramadhan di kampus, internet, serta di lingkungan sekitar.
  2. Amalan Yaumiyah yang semakin dan semakin meningkat, tarawih minimal 25 kali, Satu juz per hari, shalat sunnah yang tidak pernah terlewatkan (rawatib, tahajjud, dhuha), berinfaq/shadaqah setiap hari, hafalan juz 30 yg semakin lancar.
  3. Peningkatan ilmu agama dan ilmu kauniyah yang signifikan. Ilmu Fiqh, hadits, sirah nabawiyah, dll
  4. Perubahan mendasar dalam paradigma hidup, menemukan esensi hidup yang sebenarnya serta mengikhlaskan semuanya hanya untuk Allah SWT.

Inilah visi dan misi Ramadhanku tahun ini. Kucanangkan dengan niat ikhlas kepada Allah SWT. Semoga Allah meridhloi setiap langkah yang kuambil dalam ramadhan kali ini dan semoga nikmat ramadhan senantiasa bisa dinikmati oleh makhluk-makhluk-Nya. Amien

Posted in renungan, resensi buku

Pelangi Nurani

Karya : Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia dkk

Sungguh kumpulan cerita yang boleh saya katakan sangat menakjubkan. Mengisahkan hikmah yang luar biasa dalam setiap episode kehidupan. Dirangkai dengan pemilihan kata yang sungguh-sungguh ajaib oleh mbak helvy dan mbak asma. Setiap kisah yang tertulis membuat saya malu, takjub, bangga, rindu,dll.

Salah satu cerita yang membuat saya sangat tersentuh adalah bagian yang berjudul “sumbangan”. Seperti ini cerita lengkapnya.

Continue reading “Pelangi Nurani”